Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Papilon Diskotek Elite, Tempat Berkumpul Anak Muda Berduit di Jogja 

Fahmi Fahriza • Minggu, 15 Desember 2024 | 16:10 WIB
Diskotek Papilon
Diskotek Papilon

 

JOGJA - Medio 1990-an di Kota Jogja banyak berdiri memiliki tempat-tempat hiburan malam berupa diskotek. Salah satu yang cukup ramai dan dikenal sebagai persinggahan muda-muda Jogja kala itu adalah Papillon.

Salah seorang orang yang pernah tinggal di dekat Papillon, Agoes Jumianto mengatakan, seingatnya Papillon memiliki masa kejayaan di kisaran tahun 1996-1998. Sebelum mengalami transisi penurunan pengunjung, hingga akhirnya tutup permanen.

"Kebetulan saya tinggal dekat situ, dari Papillon masih rame sampai tutup saya di situ," katanya kepada Radar Jogja (30/11).

Agoes mengingat-ingat, diskotek yang berlokasi di Jalan Mayor Suryotomo No 26, Ngupasan, Kecamatan. Gondomanan, Kota Jogja itu secara resmi tutup di akhir 90-an atau di kisaran awal tahun 2000.

"Awal tahun 2000 saya pindah rumah dari situ, dan seingat saya Papillon sudah tutup saat saya pindah. Sebagai warga situ, selain mengamati saya juga pernah sekali dua kali masuk ke sana," tambahnya.

Diakui, pada saat itu Papillon jadi salah satu diskotek yang tergolong elite dengan harga makanan dan minuman yang juga tidak bisa dibilang murah.

"Kalau dinominalkan dulu hitungannya Papillon itu kelas atas. Tongkrongannya anak muda yang berduit," paparnya.

Pengunjung saat itu dominan pekerja muda. "Mahasiswa trend-nya baru sekarang. Dulu dominannya orang-orang Jogja, perantau justru kecil," katanya.

Dari jam operasional sendiri, Agoes memproyeksikan Papillon kala itu aktif dari malam menuju pagi. Kurang lebih terhitung dari pukul 09.00 malam, hingga pukul 03.00 pagi.

"Musik utamanya di sana itu top 40, playlist yang sedang trend. Namun di event tertentu nanti akan memainkan musik disc jockey (DJ). Saya ingat salah satu event yang legend kala itu Jogja Party Abiss (JPA)," tuturnya.

Baca Juga: Mengenal GM The 101 Yogyakarta Tugu Hotel Wahyu Wikan Trispratiwi, Awalnya Mimpi Kerja di Perusahaan Susu

Terlepas dari pro kontra masyarakat umum soal Papillon sebagai tempat hiburan malam, Agoes sendiri cukup mengapresiasi pihak Papillon. Salah satunya, karena saat itu banyak warga sekitar yang dipekerjakan di beberapa sektor. "Warga sekitar diberdayakan untuk bekerja. Mulai dari tukang parkir sampai waiters," tandasnya. (iza/laz)

Editor : Heru Pratomo
#Kota Jogja #Papilon #elite #Hiburan #Diskotek #kelab malam