Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Tumenggung Wilatikta: Jejak Sang Bupati Tuban dalam Penyebaran Islam di Tanah Jawa

Tastabila Maika Warditya • Kamis, 5 Desember 2024 | 18:44 WIB

Ilustrasi Sunan Kalijaga bersama Tumenggung Wilatikta.
Ilustrasi Sunan Kalijaga bersama Tumenggung Wilatikta.


RADAR JOGJA - Tumenggung Wilatikta adalah tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Islam di Jawa.

Ia tak hanya dikenal sebagai ayah dari Sunan Kalijaga, salah seorang Wali Songo yang masyhur, tetapi juga sebagai pemimpin strategis yang membawa perubahan besar di era transisi budaya Jawa menuju Islam.

Kisah hidupnya penuh dengan peran penting yang menghubungkan tradisi leluhur dan awal penyebaran agama di Tanah Jawa.

Lahir dengan nama Aria Teja, Tumenggung Wilatikta adalah putra dari Aria Wiraraja, seorang Bupati Sumenep yang tersohor di Pulau Madura.

Aria Wiraraja dikenal sebagai penasihat Raja Singasari, Kertanegara, dan turut membantu Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit setelah Singasari runtuh akibat serangan tentara Mongol.

Melalui pernikahannya dengan putri Adipati Tuban, Aria Dikara, Aria Teja akhirnya diangkat menjadi Bupati Tuban menggantikan ayah mertuanya.

Pada masa itu, Tuban adalah pelabuhan utama Jawa Timur yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan pelayaran nusantara.

Setelah memeluk Islam, Aria Teja mengubah namanya menjadi Tumenggung Wilatikta.

Ia juga berperan aktif dalam mengislamkan keluarganya, termasuk putranya yang kelak dikenal sebagai Sunan Kalijaga, salah satu tokoh paling ikonis dalam penyebaran Islam di Jawa.

Sunan Kalijaga sendiri adalah simbol dakwah yang akrab dengan budaya Jawa.

Melalui pendekatannya yang lembut, ia berhasil menyelaraskan ajaran Islam dengan tradisi lokal, sehingga ajarannya diterima luas oleh masyarakat.

Ia juga terlibat dalam pembangunan Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Cirebon, yang menjadi bukti konkret kontribusinya terhadap perkembangan Islam di Nusantara.

Keberhasilan Sunan Kalijaga tentu tak terlepas dari peran sang ayah, Tumenggung Wilatikta yang memberikan landasan spiritual serta pendidikan agama sejak dini.

Perpaduan antara ketegasan sebagai pemimpin dan kebijaksanaan sebagai orang tua menjadikan Tumenggung Wilatikta sosok yang tak hanya dihormati, tetapi juga dikenang dalam sejarah.

Tak banyak yang tahu bahwa Tumenggung Wilatikta adalah keturunan Ronggolawe, seorang tokoh legendaris yang menjadi bagian dari sejarah awal Majapahit.

Ronggolawe, putra Aria Wiraraja, adalah pahlawan yang membantu Raden Wijaya mengalahkan Jayakatwang dari Kerajaan Kadiri dan mendirikan Kerajaan Majapahit.

Namun, sejarah Ronggolawe juga diwarnai tragedi. Ia memberontak terhadap Majapahit pada 1295 karena tidak puas dengan posisinya sebagai Bupati Tuban.

Ia merasa layak menduduki jabatan lebih tinggi, seperti rakryan patih.

Pemberontakan ini berujung pada kematiannya di Sungai Tambak Beras dalam duel sengit melawan Kebo Anabrang, pemimpin pasukan Majapahit.

Meski pemberontakan Ronggolawe berakhir tragis, keturunannya, termasuk Tumenggung Wilatikta, tetap meninggalkan jejak penting dalam sejarah.

Dengan peran strategisnya sebagai Bupati Tuban dan dedikasinya dalam menyebarkan Islam, Tumenggung Wilatikta membuktikan bahwa garis keturunan legendaris ini memiliki kontribusi besar dalam membentuk budaya dan keagamaan di Tanah Jawa.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bupati sumenep #Penyebaran Islam #sejarah islam #Nusantara #sunan kalijaga #sejarah #Tumenggung Wilatikta #pulau madura