RADAR JOGJA - Ibu Ruswo mungkin jarang dikenal di kalangan anak-anak muda. Namun, sosoknya punya peran penting dalam kemerdekaan Indonesia, khususnya bagi para pejuang di wilayah Jogjakarta pada masa itu.
Ibu Ruswo sendiri memiliki nama asli Khusna. Adapun nama Ruswo berasal dari nama suaminya, Ruswo Prawiroseno. Wanita yang dinobatkan sebagai pahlawan nasional itu lahir pada tahun 1905 di Jogja.
Ibu Ruswo dan suaminya memiliki rumah di wilayah jantung kota. Tepatnya sekarang di Jalan Ibu Ruswo GM. 3/252, Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja. Rumah itu kini ditinggali oleh keluarga Suyanto.
Pria 71 tahun ini bukan keluarga Ibu Ruswo. Namun diketahui, mertua Suyanto dulu merupakan teman dekat dari pahlawan ini.
"Kalau tidak salah dulu bapak dari istri saya atau mertua yang membeli rumah ini," ujar Suyanto kepada Radar Jogja, Jumat (8/11/2024).
Yanto, sapaannya mengatakan, Ibu Ruswo dan suaminya diketahui tidak memiliki anak. Sehingga rumah itu pun kemungkinan dijual karena tidak ada pihak yang diwariskan.
Kendati sudah berpindah tangan, dia menegaskan bahwa rumah Ibu Ruswo tidak banyak perubahan. Bangunan aslinya masih utuh dan sama seperti saat ditinggali pemilik aslinya.
Yanto mengaku, perubahan yang dilakukan hanya menambah panjang bangunan tanpa mengubah bentuk asli. Selain itu, juga dilakukan pengecatan agar tampilan rumah tidak terlalu kotor.
Pantauan koran ini, rumah Ibu Ruswo memang memiliki kesan rumah zaman dahulu. Gaya bangunan dan ornamennya khas rumah 80-an. Bukti rumah itu milik Ibu Ruswo juga nampak dari emblem nama Roeswo yang terletak di teras rumah.
"Memang sengaja tidak saya ubah agar menjadi kenang-kenangan,” terang Yanto. Ia mengaku tidak tahu secara rinci tentang sosok Ibu Ruswo. Namun yang pasti rumah tersebut berfungsi sebagai dapur umum. Ya, dulunya ibu Ruswo berperan sebagai koordinator logistik bagi pejuang kemerdekaan.
Ibu Ruswo diketahui memiliki kemampuan yang baik dalam menyiapkan logistik. Dia pernah bertugas mengurus bagian logistik saat kegiatan Jambore/Perkino tahun 1941. Selain itu, pada zaman Jepang Ibu Ruswo bergabung dengan Badan Pembantu Prajurit Indonesia (BPPI).
“Setahu saya rumah Ibu Ruswo dulu berfungsi sebagai dapur umum. Selain itu, saya kurang tahu secara detail tentang sosok beliau," terang Yanto. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita