Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sejarah Hari Museum Nasional: Peran Penting Museum dalam Kemajuan Budaya Indonesia

Izzatul Akmal Fikri • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 17:29 WIB
Potret Museum Indonesia yang berada di Jakarta.
Potret Museum Indonesia yang berada di Jakarta.

RADAR JOGJA - Hari Museum Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 Oktober memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan perkembangan museum di Indonesia.

Peringatan ini lahir dari peristiwa penting Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI), yang mencetuskan resolusi untuk memajukan peran museum di Tanah Air.

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum, museum merupakan lembaga yang berfungsi untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi, serta mengkomunikasikannya kepada masyarakat.

Peran museum dalam pengkajian, pendidikan, dan hiburan dijalankan dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan bangsa.

Pemerintah melalui PP ini juga berkomitmen untuk terus mendorong museum-museum di Indonesia berkembang sebagai simbol kemajuan bangsa.

Seperti diungkapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, museum dianggap sebagai cerminan dari tingkat peradaban suatu bangsa.

Semakin besar perhatian yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat terhadap museum, semakin tinggi pula tingkat peradaban tersebut.

Sebagai negara dengan budaya yang kaya dan beragam, Indonesia sangat membutuhkan museum sebagai sarana pelestarian sekaligus pemajuan kebudayaan.

Museum tak hanya menjadi tempat edukasi dan pelestarian budaya, tetapi juga ruang rekreasi serta wadah interaksi publik yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Sejarah Hari Museum Nasional
Penetapan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Museum Nasional bermula dari Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) yang pertama kali diselenggarakan pada 12-14 Oktober 1962 di Yogyakarta.

Kegiatan MMI ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari tokoh museum, pimpinan, pemerhati, dan pencinta museum. Salah satu tokoh penting dalam pertemuan ini adalah Drs. Moh.

Amir Sutaarga, yang dikenal sebagai Bapak Permuseuman Indonesia.

Hasil dari musyawarah tersebut melahirkan sepuluh resolusi yang menjadi dasar bagi pengembangan museum di Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah rekomendasi untuk pembentukan undang-undang khusus tentang museum, pembentukan Badan Musyawarah Museum Indonesia, serta pentingnya dukungan pemerintah untuk peningkatan jumlah dan kualitas museum di seluruh Indonesia.

Selain itu, resolusi tersebut juga menekankan pentingnya pembinaan dan pendidikan tenaga museum melalui kursus dan pelatihan, hingga memasukkan museologi dalam kurikulum universitas.

Fungsi museum sebagai sarana untuk kepentingan sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan persahabatan antarbangsa juga ditekankan dalam pertemuan tersebut.

Penetapan Hari Museum Nasional
Penetapan 12 Oktober sebagai Hari Museum Nasional baru disahkan pada tahun 2015, saat Musyawarah Museum Indonesia digelar di Kota Malang pada 26-28 Mei.

Sejak saat itu, setiap tahunnya tanggal ini diperingati sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya museum dalam pelestarian budaya dan ilmu pengetahuan.

Resolusi dari MMI yang diselenggarakan pada 1962 tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan museum di Indonesia, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan kebudayaan yang hidup serta terus berkembang.

Penetapan Hari Museum Nasional ini diharapkan dapat terus menjadi momen untuk memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam mendukung kemajuan museum sebagai salah satu simbol kemajuan bangsa.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#budaya indonesia #museum #Perkembangan museum #sejarah #Hari Museum Nasional