Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jam Wajib Belajar Menjadikan Siswa Disiplin di Rumah saat Malam Hari, Terhindar dari Hal-Hal Negatif seperti Klithih

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 30 September 2024 | 00:45 WIB
Tugu jam belajar masyarakat
Tugu jam belajar masyarakat

 

 

 

RADAR JOGJA - Di berbagai daerah, termasuk Jogjakarta, dulu terdapat peraturan yang diberi nama Jam Belajar Masyarakat (JBM). Di mana dalam rentang waktu tertentu, anak-anak usia sekolah diwajibkan untuk belajar di dalam rumah.

Biasanya aturan itu berlaku mulai pukul 18.00 sampai 21.00. Meski peraturan itu hanya berlaku untuk pelajar, tapi orang tua atau masyarakat juga diharapkan dapat mendukung dengan tidak membuat keributan dalam bentuk apa pun.

Seorang mantan siswa SDN 2 Wojo, Bantul, Suryanto mengakui, jam wajib belajar masyarakat memang sangat penting diterapkan dalam lingkungan masyarakat. Karena dengan adanya peraturan itu anak-anak sekolah bisa disiplin dalam belajar saat di rumah.

Baca Juga: Komunitas Lima Gunung Konsisten Rawat Seni Budaya Adiluhung Adakan Festival Lima Gunung, Berdiri Sendiri Tanpa Sokongan Sponsor

Baca Juga: Kulon Progo Sound Sport Competition Mengemas Drumband Jadi Rekreasi Masyarakat

 "Itu juga agar anak itu tidak berpengaruh dengan HP. Kalau bisa saat ini jam belajar masyarakat terus diterapkan dan HP dipegang oleh orang tua. Sebab waktu zaman dulu kan belum ada HP, jadi belajarnya bisa terkontrol,"  katanya Jumat (29/9).

Bagi pria yang akrab disapa Sarek ini, jam belajar masyarakat memang perlu diterapkan supaya anak-anak ketika sekolah bisa mendapatkan nilai yang bagus dan bisa memuaskan orang tua. Selain itu, jam belajar masyarakat juga sangat penting untuk mengontrol kegiatan positif bagi anak-anak dari tindakan kriminalitas, seperti mabuk-mabukan yang bisa berakhir pada tindak kekerasan jalanan.

Dengan adanya penerapan aturan jam wajib belajar masyarakat itu, para pelajar bisa lebih fokus belajar di rumah. Mengingat banyak hal positif kalau siswa tidak keluar malam.

Baca Juga: Dapat Picu Radang Otak, Vaksinasi JE di Kota Jogja Baru Sentuh Separo Target, Dinkes Ungkap Kendalanya

Baca Juga: Tantang Persija di Sultan Agung, Bernardo Tavarez Sebut PSM Makassar Dalam Kondisi Pincang

"Sekarang yang bisa mengendalikan itu orang tua masing-masing di saat jam belajar. Karena dengan adanya peraturan itu orang tua bisa menunggui anaknya untuk belajar. Itu yang paling efektif dan itu bukti nyata bahwa jam belajar itu memang perlu," lontar Sarek.

Ayah dua anak ini berharap masyarakat di Indonesia bisa menerapkan jam wajib belajar masyarakat. Supaya penguatan karakter siswa, sejalan dengan program membentuk profil pelajar Pancasila.

"Zaman sekarang anak kecil sudah dikasih HP. Itu merusak untuk pendidikan di Indonesia. Maka saya ingin para orang tua bisa memberikan contoh kepada anaknya, saat jam belajar agar tidak bermain HP, agar mereka bisa maksimal dalam belajarnya. Kuncinya cuma di situ,"  tuturnya. (ayu/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#JBM #Klithih #jam belajar #Bantul #zaman #hp