Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jam Belajar Masyarakat Masih Digaungkan di Bendosari Prambanan Sleman, Pengumuman Dilakukan lewat Toa Dusun Selepas Isya

Agung Dwi Prakoso • Senin, 30 September 2024 | 00:25 WIB
Dafa dan Icha belajar diterangi cahaya lilin saat listrik padam di Kampung Sorogenen, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Selasa (3/9). Listik padam yang terjadi di sebagian besar wilayah DIJ dan Jateng sejak sore hari tersebut diakibatkan oleh kerusakan traf
Dafa dan Icha belajar diterangi cahaya lilin saat listrik padam di Kampung Sorogenen, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Selasa (3/9). Listik padam yang terjadi di sebagian besar wilayah DIJ dan Jateng sejak sore hari tersebut diakibatkan oleh kerusakan traf

 

RADAR JOGJA - Gaung Program Jam Belajar Masyarakat (JBM) kini perlahan memudar, bahkan hilang. Program itu dulunya sempat diberlakukan di setiap dusun, termasuk Dusun Bendosari di Kalurahan Madurejo, Prambanan, Sleman. Hingga sekarang JBM dengan tanda pengumuman yang disiarkan melalui toa itu masih dilakukan.


Ya, di Dusun Bendosari rutin selepas isya seluruh warga akan mendengar tanda memasuki JBM yang diumumkan melalui toa milik dusun. Diawali dengan suara seperti alat pendeteksi jantung di rumah sakit.


'Perhatian-perhatian waktu sudah menunjukan pukul 19.00, di Padukuhan Kembang sampai pukul 21.00 adalah Jam Belajar Masyarakat, segera matikan televisi dan alat elektronik lainnya, dampingi anak dalam belajar, buatlah suasana yang nyaman untuk belajar, mari kita ikuti program jam belajar masyarakat demi masa depan yang lebih baik'. Begitu suara pengumuman itu yang setiap hari dibunyikan oleh dukuh Bendosari.

Baca Juga: Halim Alami Black Campaign Ujaran Kebencian di Medsos, Bentuk Tim Hukum Lakukan Investigasi Tindak Lanjutnya Masih Menunggu

Baca Juga: Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid La Liga Senin 30 September Kick Off 02.00, H2H dan Susunan Pemain, Tanpa Mbappe Mampukah Los Blancos?

Dukuh Bendosari Sujarwoko mengatakan, dusunnya mulai memberlakukan JBM tahun 2013. Beberapa waktu sempat tidak aktif, khususnya pengumuman karena kondisi toa yang sempat rusak. "Ini udah dibeneri, minggu ini kemungkinan akan dihidupkan lagi," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/9).


Tujuan dari pemberlakuan JBM untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa pukul 19.00-21.00 adalah waktu belajar anak sekolah. Budaya itu terus dilestarikan agar masyarakat terbiasa dengan pola aturan belajar seperti itu. "Setiap pengumuman dibunyikan, orang tua ngopyak-opyak (menyuruh) anaknya untuk segera belajar," tuturnya.


Selain belajar, pada jam itu juga keluarga diimbau untuk mematikkan tv dan ponsel. Hal itu agar aktivitas lain tidak menganggu belajar anak. "Memang ada yang melakukan ada yang tidak. Itu merupakan dinamika di dusun," bebernya.
Gerakan JBM juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat yang mendorong minat belajar anak-anak di luar kegiatan sekolah. Selain itu, JBM juga untuk merekatkan keharmonisan dalam keluarga.


Penyelenggaraan itu sesuai Keputusan Gubernur DIJ Nomor 93 Tahun 1999 tentang Jam Belajar Masyarakat. Masyarakat Bendosari bahkan kebanyakan sudah hafal bunyi pengumuman yang disiarkan melalui toa itu, saking seringnya dibunyikan.
Gaung pengumuman tersebut selain mengingatkan masuk waktu JBM juga sebagai kekhasan saat berada di Dusun Bendosari. Walaupun kini zaman terus berubah, mulai dari belajar melalui buku hingga saat ini digantikan melalui smartphone, Sujarwoko percaya bahwa apa yang ia lakukan menghasilkan manfaat walaupun hanya secuil. (oso/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#JBM #prambanan #pengumuman #toa #jam belajar #Isya #belajar #masyarakat #dusun