Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kartu Telepon Umum Sempat Jadi Tren Anak Muda Era 90-an, Harganya Rp 1.500 sampai Rp 75 Ribu

Andi May • Minggu, 22 September 2024 | 15:35 WIB
Kartu telepon umum
Kartu telepon umum

 

 

RADAR JOGJA - Bagi generasi X, mungkin masih banyak yang mengetahui telepon umum. Fasilitas itu biasanya ditemukan di tepi jalan, kantor-kantor, stasiun maupun tempat umum lainnya.

Jauh sebelum adanya telepon genggam, telepon umum merupakan salah satu teknologi untuk berkomunikasi dengan sanak saudara, kerabat, ataupun kekasih yang lagi berada di jarak yang jauh.

Pada masanya, mengakses telepon umum hanya dengan uang koin Rp 50 hingga Rp 500. Pada tahun 1990-an, adanya inovasi dari penyedia perangkat yakni kartu telepon umum bagi orang-orang yang tidak membawa uang koin.

Seperti Wahid Supriyadi, 50, warga Jogja, menceritakan, era kartu telepon umum sempat menjadi tren bagi kalangan pelajar, mahasiswa maupun pemuda-pemudi. Menurutnya, kartu telepon umum biasanya dimiliki oleh orang yang finansialnya berada di kelas atas.

Baca Juga: Fasilitasi Pembelajaran Fisika di Luar Kelas, Kontes Roket Air Taman Pintar Diikuti Lebih dari 300 Peserta

Baca Juga: Polda DIY Ungkap Kasus Perampokan dan Penganiayaan di Kantor Damkar Godean, Tiga Pelaku adalah Petugas Damkar Sleman

"Mulai menggunakan telepon umum mulai SMA, saat kuliah baru ada inovasi kartu telepon umum dengan saldo yang disiapkan dari Telkom," ujar Wahid kepada Radar Jogja (20/9).

Dia mengaku tidak begitu lama menggunakan kartu telepon umum. Di zaman itu, dirinya bukanlah orang yang tidak selalu membawa koin. Melihat sejawatnya menggunakan telepon umum hanya dengan menggunakan kartu, dirinya memutuskan untuk ikut membelinya.

"Biar sama aja dengan teman-teman saya waktu itu. Kalau seingat saya harga kartu telepon termurah Rp 1.500 dan termahal Rp 75.000," ucapnya.

Menurutnya, selain untuk terlihat keren, fasilitas kartu telepon umum cenderung lebih bagus dibandingkan dengan penggunaan koin. Dengan menggunakan kartu, kata Wahid, antrean fasilitas telepon umum lebih sedikit.

"Waktu telepon juga yang lebih lama, karena kalau saya menelpon biasanya agak lama. Jadi kalau menggunakan yang koin tidak enak sama orang sedang antre di belakang," tuturnya.

Jika saldo kartu telah habis, dapat melakukan penggantian kartu melalui kantor telkom. Kartu yang lama, menurutnya, dijadikan sebagai koleksi. (ndi/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#telepon #UMUM #kartu telepon #generasi x #Jogja