Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menguak Sejarah Bandara Hongkong: 25 Tahun Berlalu, Negara Mutiara dari Timur Punya Bandara dengan Pendaratan Tersulit

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 6 September 2024 | 22:32 WIB
Pesawat Air France Boeing 747-400 Melewati Padatnya Kota Kowloon sebelum mendarat di Kai Tak, Hongkong.
Pesawat Air France Boeing 747-400 Melewati Padatnya Kota Kowloon sebelum mendarat di Kai Tak, Hongkong.

RADAR JOGJA - Dahulu Hongkong memiliki bandara dengan peringkat paling berbahaya ke enam di dunia.

Bukan tanpa alasan di sini skill pilot di uji di dalam menerbangkan dan mendaratkan pesawat dengan ratusan nyawa penumpang yang dibawa olehnya.

Sang pilot diuji harus bisa mendaratkan pesawatnya lalu berbelok sebanyak 45 derajat di bawah 500 kaki.

Tentunya hal ini tidaklah mudah dan membutuhkan pilot profesional dengan skill khusus.

Bandara tersebut dinamakan Bandara Kai Tak, lalu bagaimana sejarahnya? Berikut ulasannya!

1. Salah satu Bandara tersulit


Kai Tak dianggap oleh pilot sebagai salah satu bandara tersulit untuk bisa terbang dan mendarat. Bandara ini terkenal di area padat penduduk di salh satu kota terpadat di dunia.

Bahkan dikalangan pilot yang berpengalaman, bandara ini dikenal sebagai bandara yang paling menegangkan untuk bisa terbang dan mendarat.

Tidak hanya itu bandara ini dikelilingi perairan di tiga sisinya dan dikelilingi oleh pemukiman yang padat penduduk dan pegunungan di kota Kowloon di sisi timur laut.

Salah satu mantan manajer umum dari salah satu perusahaan penerbangan pernah berkata " Bandara ini adalah salah satu bandara besar di dunia yang memerlukan kondisi berbelok 45 derajat di bawah 500 kaki untuk mendarat."

2. Perang Dunia II


Selama Perang Dunia II, Hongkong jatuh ke tangan Jepang saat berkembang pesat di Pasifik.

Sejak saat itu Jepang memperluas Kai Tak dan menggunakan tawanan perang untuk membangun dua landasan pacu.

Landasan pacu tersebut adalah 13/31 dan 07/15.

Bahan baku untuk pembuatan landasan pacu ini diambil dari beberapa bagian bangunan kota yang dihancurkan.

3. Landasan Pacu 13

Ketika Bandara Kai Tak ditutup pada tahun 1998, terdapat satu landasan pacu yang digunakan, landasan pacu tersebut terkenal bernomor 13/31.

Landasan pacu 13 ini diperpanjang beberapa kali dari pembangunan awalnya. Ketika pertama kali dibuka ditahun 1958, panjangnya hanya 8.297 kaki, dan ketika ditutup panjangnya menjadi 11.122 kaki.

4. Kapasitas yang melebihi

Pada abad ke-20 Hongkong tumbuh menjadi kota yang pesat, tidak heran jika Hongkong harus memindahkan bandaranya dari Kai Tak ke Chek Lap Kok.

Bandara Kai Tak sendiri sebetulnya dirancang untuk menangani 24 juta penumpang setiap tahunnya, namun pada tahun 1996, kapasitas dari Bandara Kai Tak ini melebihi dari rencana awal.

Dengan melebihi kapasitas yang direncanakan dari 24 juta menjadi 29,5 juta dan ditambah dengan 1,65 juta ton kargo, menjadikan bandara ini menjadi bandara tersibuk dengan pelayanan kargo ketiga saat itu.

Kini Bandara Kai Tak ini sudah menjadi terminal kapal Pesiar dan juga menjadi taman memorial Kai Tak Airport, bagaimana apakah tertarik untuk mengunjungi situs sejarah ini? 

(Bayu Prambudi Susilo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#skill pilot #pilot #bandara hongkong #Bandara dengan Pendaratan Tersulit #kai tak #pesawat #Menguak #sejarah #Negara Mutiara dari Timur #landasan pacu