Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Adisujipto Bandara Pertama di Yogyakarta Melainkan Bandara Sendowo, di Mana Lokasinya?

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 6 September 2024 | 22:12 WIB
Dokumentasi panorama Yogyakarta jaman dulu.
Dokumentasi panorama Yogyakarta jaman dulu.


RADAR JOGJA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) punya sejarah panjang. Salah satunya mengenai bandar udara atau lapangan pesawat terbang.

Mungkin banyak yang mengira bahwa bandara pertama di Yogyakarta itu adalah Bandara Adisujipto, yang terletak di wilayah Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Namun jika menelisik ke belakang ternyata bukan Bandara Adisujipto, yang pertama di bangun di Kota Gudeng ini.

Bandara yang pertama, telah berubah menjadi pemukiman padat bahkan pusat pendidikan.

Sejarah Bandara Pertama di DIY

Bandara pertama itu berada di Sendowo, atau Sekip Universitas Gadjah Mada (UGM). Maka dari itu dinamakan Bandara Sendowo atau Bandara Sekip.

Dilansir dari Instagram @roemahtoea, kawasan Sekip sekarang telah menjadi bagian dari Kampus UGM Yogyakarta dan Perumahan Dinas Dosen.

Kawasan Sekip membentang dari kawasan paling utara atau Fakultas Biologi hingga ke sisi selatan yakni gedung Decode, Lab Dept Komunikasi UGM.

Kawasan yang dulunya tanahnya cenderung datar, ternyata menyimpan cerita lama tentang sejarah penerbangan di Yogyakarta yang dimulai pada tahun 1927.

Bandara pertama di DIY dinamakan Bandara Sekip. 

Dengan panjang lapang 620 meter dan lebar 220 meter, landasan ini memiliki status sebagai landingsterrein atau landasan rumput.

Kendati demikian dengan alas tanah yang rata dan rerumputan, tanah tersebut tetap cocok untuk mendarat sejumlah pesawat milik ML-KNIL atau AU Hindia Belanda.

Dahulu Landasan Terbang ini satusnya masih di bawah Vliegvelden, seperti bandara Kemayoran dan bandara Cililitan atau sekarang Halim Perdana Kusuma yang berupa Bandara Permanen.

Baca Juga: Kota Magelang Akan Dipimpin Pjs: Petahana Aziz-Mansyur Ajukan Cuti selama Kampanye Pilkada 2024, Tak Tempati Rumdin untuk Sementara

Bagaimana dahulunya Landasan Terbang Sekip?


Dahulu, Landasan Terbang Sekip ini difungsikan sebagai lapangan tembak atau Schietterrein. Kawasan tersebut menjadi titik lapangan untuk biasa serdadu untuk menembak.

dulu, seebelum diratakan, kontur tanahnya mendukung. Di sekitar lokasi terdapat tanah mirip bukit atau biasanya orang sekitar sebut sebagai "gumuk", gumuk tersebut berfungsi untuk menahan laju peluru yang meleset dari sasaran tembak.

Hingga seorang perwira militer belanda bernama M. Pattist melihat potensi pada Yogyakarta sebagai jalur penghubung dan pertahanan udara di bagian selatan.

Baca Juga: Tingkatkan Keselamatan di Jalan Dengan Menaati Peraturan Lalu Lintas, Nomor Lima Bikin Kaget

Muncul Bandara Kedua, Bandara Maguwoharjo

Seiring berjalannya waktu, Bandara Adisujipto Yogyakarta perlahan didirikan.

Pembangunan bandara ini diinisiasi oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1939-1941.

Pembangunan bandara ini berdiri di tanah bekas pekebunan tebu miliki Pabrik Gula Wonocatur.

Peresmian Bandara Maguwo ini ditandai penanaman pohon oleh Raja Keraton Yogyakarta yakni Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada 13 Agustus 1949.

Dahulu Bandara Maguwo ini adalah basis militer udara Belanda, dan beralih menjadi pangkalan udara bagi landasan pesawat-pesawat Jepang.

Bandara Maguwo menjadi basis perjuangan Auri pada masa awal kemerdekaan, dan bandara tersebut pada agresi militer Belanda II, pernah menjadi sasaran pengeboman pasukan Belanda.

(Bayu Prambudi Susilo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Bandara #Bandara Adisujipto #Yogyakarta #lokasi #agresi militer #Belanda #Bandara Maguwoharjo #Adisujipto #DIY #AU Hindia Belanda #bandar udara #Bandara Sendowo #Bandara Sekip