Belum banyak diketahui, bahwa Gunungkidul menyimpan sejarah geologis yang sangat menarik.
Daerah yang kini didominasi oleh perbukitan karst ini ternyata dulunya merupakan dasar laut.
Perubahan drastis dari dasar laut menjadi daratan tinggi ini merupakan hasil dari proses geologis yang berlangsung selama jutaan tahun.
Jutaan tahun lalu, wilayah Gunung Kidul merupakan cekungan laut yang terus menerus menerima endapan sedimen dari berbagai sumber.
Endapan ini terdiri dari sisa-sisa organisme laut, seperti kerang, koral, dan plankton, yang kemudian mengendap di dasar laut.
Selain itu, pergerakan lempeng tektonik bumi menyebabkan terjadinya tumbukan dan lipatan pada lapisan bumi.
Proses ini mengangkat dasar laut yang kaya akan sedimen ke permukaan, membentuk rangkaian pegunungan dan perbukitan.
Setelah terangkat ke permukaan, batuan sedimen yang kaya akan kalsium karbonat mengalami proses pelapukan dan erosi oleh air hujan dan angin.
Proses ini membentuk formasi karst yang khas dengan gua-gua, sungai bawah tanah, dan dolina.
Beberapa bukti kuat menunjukkan bahwa Gunungkidul dulunya merupakan dasar laut, antara lain:
1. Sebagian besar batuan penyusun Gunungkidul adalah batuan sedimen, terutama batu yang terbentuk dari endapan cangkang organisme laut yang mengeras.
2. Ditemukannya berbagai jenis fosil laut, seperti fosil kerang, koral, dan bintang laut, di berbagai lokasi di Gunung Kidul. Fosil-fosil ini merupakan bukti nyata bahwa daerah tersebut pernah terendam air laut.
3. Formasi karst yang khas dengan gua-gua, sungai bawah tanah, dan dolina merupakan hasil dari pelarutan batuan kapur oleh air. Proses ini hanya terjadi pada batuan sedimen yang terbentuk di lingkungan laut.
Gunungkidul, dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, menyimpan sejarah geologis yang sangat panjang dan menarik.
Proses perubahan dari dasar laut menjadi daratan tinggi selama jutaan tahun telah membentuk lanskap karst yang unik dan menjadikannya salah satu destinasi wisata yang populer di Indonesia.
Penulis: Jaiz Setya Nurjati
Editor : Bahana.