Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Sejarah Panggung Krapyak: Saksi Bisu Sejarah Kesultanan Mataram

Bahana. • Senin, 29 Juli 2024 | 03:23 WIB

Panggung Krapyak
Panggung Krapyak
RADAR JOGJA - Panggung Krapyak, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di bagian selatan Keraton, menyimpan kisah panjang dan menarik terkait sejarah Kesultanan Mataram.

Bangunan unik berbentuk kubus ini menjadi salah satu ikon penting di Yogyakarta.

Asal-Usul dan Fungsi

Diperkirakan, Panggung Krapyak dibangun sekitar tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. 

Pada masa itu, bangunan ini berfungsi sebagai pos berburu, raja-raja Mataram menggunakan Panggung Krapyak sebagai tempat untuk mengintai dan berburu hewan, terutama rusa atau menjangan yang banyak terdapat di sekitar kawasan ini.

Selain sebagai tempat berburu, Panggung Krapyak juga berfungsi sebagai pos penjagaan untuk mengamati pergerakan musuh dari arah selatan.

Desain Panggung Krapyak cukup khas dengan bentuknya yang menyerupai kotak.

Bangunan ini memiliki dua lantai dengan ruangan terbuka di lantai atas.

Setiap sisi bangunan dilengkapi dengan pintu dan jendela berpagar besi yang memungkinkan pandangan ke segala arah.

Beberapa ahli berpendapat bahwa arsitektur Panggung Krapyak mengandung simbolisme tertentu yang terkait dengan kosmologi Jawa.

Meski telah berusia berpuluh-puluh tahun, Panggung Krapyak masih berdiri kokoh.

Beberapa bagian bangunan memang mengalami kerusakan akibat gempa bumi.

Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, Panggung Krapyak juga memiliki makna khusus bagi masyarakat sekitar.

Bangunan ini sering dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai

(Siska Andaniar Nadia Rahma)

Editor : Bahana.
#Wisata #sejarah #Panggung Krapyak #Sri Sultan Hamengku Buwono I