RADAR JOGJA - Omah UGM Kotagede adalah rumah tradisional yang terletak di tengah-tengah pemukiman warga Bodon, Jagalan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta.
Rumah ini dimiliki oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang tinggi.
Awalnya, rumah ini diwariskan kepada Ir Sutaat, seorang dosen UGM, lalu diteruskan kepada keponakannya, Parto Darsono.
Namun, setelah Parto Darsono meninggal, rumah ini sempat tidak terawat. Pada tahun 2007, UGM membeli rumah ini setelah mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi 5,9 SR yang melanda Yogyakarta pada tahun 2006.
Setelah akuisisi oleh UGM, rumah ini diperbaiki dengan tetap mempertahankan ciri khasnya.
Ini adalah bagian dari program revitalisasi kawasan pusaka Kotagede berbasis 3K: Komunitas, Kerajinan, dan Kultural.
Struktur Bangunan
Bangunan Omah UGM Kotagede terdiri dari beberapa tipe, yaitu dua bangunan tipe joglo dan dua bangunan tipe kampung.
Kompleks rumah ini memiliki beberapa bagian penting, di antaranya:
- Pendapa: Terletak di bagian paling selatan, pendapa digunakan untuk kegiatan publik seperti menerima tamu dan pertemuan.
- Longkangan: Area terbuka dalam kompleks rumah. Terdapat empat longkangan, di antara pendapa dan dalem, di antara dalem dan gandok kiwa, di antara dalem dan gandok tengen, serta di antara dalem dan pawon.
- Dalem: Bangunan joglo di sebelah utara pendapa dengan emper di tiga sisi. Emper depan dan belakang berfungsi sebagai teras, emper samping kiri digunakan sebagai ruang santai. Bagian dalam dalem terbagimenjadi ruang tengah dan senthong.
- Gandok Kiwa: Bangunan bertipe kampung dengan emper di satu sisi, terletak di timur dalem.
- Gandok Tengen: Bangunan bertipe kampung di sebelah barat dalem.
- Pawon: Dapur yang berada di belakang rumah dalem.
Wisata Budaya
Omah UGM Kotagede adalah destinasi menarik bagi para wisatawan yang ingin menikmati nuansa vintage dan estetika tradisional.
Dengan tarif masuk hanya Rp 10 ribu per orang, pengunjung bisa berfoto dan mengeksplorasi berbagai spot menarik di dalam kompleks ini.
Dengan upaya pelestarian dan perbaikan yang dilakukan oleh UGM, Omah UGM Kotagede kini menjadi simbol penting dari warisan budaya dan sejarah Yogyakarta, memberikan kesempatan bagi generasi mendatang untuk belajar dan menghargai kekayaan budaya lokal. (Akmal Haidar Alfath)
Editor : Winda Atika Ira Puspita