Sejarah Bandara Internasional Pertama di Jakarta: Bandara Kemayoran, Saksi Bisu Legenda Penerbangan Indonesia
Winda Atika Ira Puspita• Sabtu, 22 Juni 2024 | 18:09 WIB
Penampilan bandara pertama di Indonesia.
RADAR JOGJA - Bandara udara adalah kawasan penting untuk berbagai aktivitas penerbangan, dari mendarat dan lepas landasnya pesawat hingga bongkar muat barang dan penumpang.
Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia pernah memiliki bandara internasional pertama yang sangat legendaris?
Bandara ini pernah diabadikan dalam komik karangan Herge dan menjadi tempat yang diperhitungkan pada masanya.
Kemayoran: Saksi Bisu Sejarah Penerbangan
Indonesia pernah memiliki bandara internasional pertama yang sangat bersejarah, terletak di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dahulu, Kemayoran menjadi saksi bisu aktivitas penerbangan yang sibuk, dengan pesawat-pesawat yang mendarat dan lepas landas setiap hari.
Bandara ini menjadi salah satu wilayah tersibuk di Jakarta pada zamannya, berperan sebagai gerbang utama penerbangan di ibu kota.
Kemayoran adalah bandara pertama di Jakarta yang memainkan peran penting dalam sejarah penerbangan Indonesia.
Dahulu, wilayah ini sangat ramai dengan aktivitas penerbangan yang menimbulkan suara bising dari pesawat-pesawat yang datang dan pergi.
Bandara ini dahulunya juga pernah membuka rute hingga ke luar negeri. Namun, kini semua itu tinggal kenangan karena bandara tersebut telah ditutup dan aktivitas penerbangan dipindahkan ke Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.
Sejarah Panjang Bandara Kemayoran
Jalan Benyamin Sueb di Kemayoran, Jakarta Pusat, dulunya adalah landasan pacu sepanjang 3,9 kilometer (km). Bandara Kemayoran didirikan sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang.
Pesawat pertama yang mendarat di Bandara Kemayoran adalah DC-3 milik maskapai KNILM, yang terbang dari lapangan udara Tjililitan (sekarang Halim Perdanakusuma), dua hari sebelum peresmian Bandara Kemayoran pada 4 Juli 1940.
Pada awalnya, bandara ini dikelola oleh Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappij. Namun, kemudian diambil alih oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1950-an.
Bandara ini memiliki dua landasan pacu yang melayani penumpang dari dalam dan luar negeri setiap harinya.
Berakhirnya Operasi Bandara Kemayoran
Bandara Internasional Kemayoran juga pernah membuka rute penerbangan hingga ke Australia, menjadikannya terkenal dan diperhitungkan di mata dunia.
Negara tetangg, seperti Singapura baru mulai mengoperasikan penerbangan internasionalnya saja pada tahun 1980-an dengan bandara Changi.
Sayangnya, bandara ini harus berhenti beroperasi pada 31 Maret 1985. Tanggal tersebut menjadi hari terakhir Bandara Kemayoran melayani penerbangan internasional.
Penutupan Bandara Kemayoran disebabkan oleh frekuensi penerbangan yang semakin tinggi dan kapasitas bandara yang terbatas.
Selain itu, tata ruang Kota Jakarta yang semakin padat tidak memungkinkan perluasan bangunan bandara.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia memutuskan untuk memindahkan aktivitas penerbangan internasional ke Bandara Soekarno-Hatta yang memiliki fasilitas dan daya tampung yang lebih besar.
Kini, Bandara Kemayoran hanya menyisakan jejak sejarah yang bisa diceritakan kepada generasi berikutnya.
Meskipun begitu, kemegahan dan kisahnya tetap menjadi bagian penting dari perkembangan penerbangan di Indonesia. (Bayu Prambudi Susilo)