Persiapan matang telah dilakukan, termasuk pra-ekskavasi yang berlangsung selama 5 hari, 25-29 April 2024.
Dilansir dari Radar Majapahit, Ekskavasi tahap lima ini ditargetkan dimulai pada pertengahan Mei 2024.
Tim arkeolog BPK Wilayah XI Jawa Timur telah melakukan berbagai persiapan, seperti tes pit di beberapa titik untuk mengetahui sebaran dan sasaran ekskavasi.
Tujuan dilakukan pra-ekskavasi ini adalah untuk mengetahui dengan tepat di mana saja area yang perlu diekskavasi dan apa yang ingin mereka temukan.
Selain itu dari hasil pra-ekskavasi, tim dapat menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan, berapa banyak tenaga kerja yang diperlukan, dan berapa biayanya.
Ekskavasi kali ini akan fokus pada Situs Selokelir, yang terletak di ketinggian 760 mdpl.
Sebelumnya, rencana ekskavasi pada Maret 2024 ditunda karena tingginya potensi cuaca buruk yang dapat membahayakan tim arkeolog.
Ekskavasi Situs Selokelir sebelumnya telah menghasilkan banyak temuan menarik seperti batu andesit relief wayang dan juga Struktur altar.
Situs ini pertama kali ditemukan oleh Broekveldt, seorang kontroler kebun kopi Belanda, pada tahun 1904 setelah kebakaran besar melanda Gunung Penanggungan.
Situs Selokelir diyakini menyimpan banyak peninggalan cagar budaya era Klasik yang tersembunyi di balik hutan.
Salah satu temuan menarik adalah jalur kereta kuda dari susunan batu yang mengelilingi Gunung Pawitra (suci).
Editor : Bahana.