RADAR JOGJA - Sebagai kota wisata, Yogyakarta memiliki ratusan hotel yang dapat menjadi pilihan untuk menginap.
Dari jumlah tersebut, waktu membangunnya pun berbeda-beda.
Wisatawan memilih menginap di hotel didorong akan kenyamananya.
Namun ada pula yang memilih karena ramah di kantong.
Tahukah kalian, bahwa banyaknya hotel di Yogyakarta yang memiliki sejarah di masa lalu.
Bahkan, terdapat hotel yang dibangun sebelum masa kemerdekaan.
Hotel di Yogyakarta tersebut, menjadi saksi sejarah di era agresi militer 2 oleh Belanda.
Bangunan tersebut dibangun awal abad XX (sebagian literatur menyebut akhir abad XIX).
Dibangun setelah pembangunan Stasiun Lempuyangan (1875) dan Stasiun Tugu (1880).
Di masa kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921).
Total luas bangunannya 1.527,63 meter persegi.
Berada di atas lahan seluas 6.320 meter persegi.
Bangunan bernuansa kolonial itu semula bernama NV Grand Hotel de Djogja. Lalu diubah menjadi NV Narba.
Pada peristiwa agresi militer ke-2oleh Belanda, hotel ini dijadikan markas oleh tentara Belanda.
Hotel ini pun menjadi hotel tertua di Yogyakarta.
Berada di utara Malioboro, hotel ini dikenal dengan nama Hotel Toegoe.
Sayangnya hotel ini sudah tidak aktif lagi.
Editor : Bahana.