Serta menyimpan warisan budaya yang kaya dan mendalam.
Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di Jawa Tengah memberikan peninggalan berupa candi dan prasasti, yang kini dapat dinikmati sebagai destinasi wisata.
Salah satu peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno yaitu Candi Abang.
Candi Abang merupakan peninggalan Hindu-Buddha yang terletak di Dusun Sentonrejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada umumnya candi memiliki kemegahan arsitektur, namun candi yang satu ini berbeda dari candi pada umumnya.
Candi Abang saat ini berupa puing-puing yang ditumbuhi dengan rerumputan dan membentuk sebuah gundukan tanah yang menyerupai bukit.
Candi ini berada diatas bukit dengan ketinggian 6 meter dengan diameter 40 meter.
Candi ini dibangun sejak abad ke-9 dan ke-10, dan candi ini memiliki umur yang lebih muda dari candi-candi lainnya.
Pada Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie pada tahun 1915 mengungkapkan mengenai penemuan Candi Abang.
Pernah ditemukan sebuah lingga dan arca Buddha.
Pada tahun 1932 ditemukan prasasti pendek yang memberikan pertanggalan tahun 794 S atau 872 M.
Candi ini dibangun dari batu bata yang keras, dan kemudian hanya tersisa puing-puing.
Candi ini dulunya juga dijadikan tempat suci (tempat tinggalnya dewa-dewi)
Terdapat mitos yang terdapat di candi ini, bahwa candi ini dijaga oleh tokoh terhormat yaitu Kyai Jagal.
Kyai Jagal merupakan sosok gaib yang dihormati dan setia menunggu candi.