RADAR JOGJA - Tugu Jogja, yang memiliki nama asli Tugu Pal Putih, bukan hanya sekadar landmark di kota Yogyakarta, tetapi juga menyimpan sejarah yang kaya akan perjuangan dan kebanggaan masyarakatnya.
Dengan tinggi mencapai 25 meter, yang kini telah menyusut menjadi 15 meter, tugu ini berdiri kokoh di sebelah utara Jalan Mangkubumi, menghiasi langit kota dengan keindahannya.
Berikut fakta-fakta menarik yang perlu diketahui mengenai Tugu Jogja menurut Jogja Cagar (Dinas Kebudayaan DIY):
-
Asal-usul dan Makna: Tugu ini awalnya dibangun oleh Kraton Kasultanan Yogyakarta pada masa pemerintahan Hamengku Buwana I pada tahun 1757.
Dibangun dengan bentuk silinder yang disebut "golong" dan diatasnya terdapat "gilig", tugu ini menjadi simbol persatuan rakyat dalam melawan penjajahan Belanda.
Dengan demikian, tidak hanya sebagai monumen fisik, tetapi juga sebagai simbol perlawanan dan keberanian.
-
Pembangunan Kembali: Gempa besar pada tahun 1867 merobohkan tugu tersebut menjadi tiga bagian, mengakhiri masa kejayaannya sebagai simbol perlawanan.
Namun, semangat untuk menghidupkan kembali simbol tersebut tidak padam begitu saja.
Desakan dari rakyat mendorong Pemerintah Belanda untuk membangun kembali tugu tersebut.
Pembangunan ini dipimpin oleh J.W.S. Van Brussels, seorang pejabat Belanda yang pada saat itu menjabat sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum.
-
Perubahan Bentuk: Renovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda membawa perubahan besar pada tampilan Tugu Jogja.
Tidak lagi mempertahankan bentuk silinder yang asli, tugu ini diubah menjadi segi empat yang meruncing ke atas, yang tinggi semula 25 meter menyusut menjadi 15 meter.
Meskipun terjadi perubahan yang signifikan, makna dan simbolisme yang terkandung dalam tugu tetap utuh.
-
Struktur yang Kokoh: Tugu Pal Putih terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian bawah, tengah, dan atas.
Bagian bawah berbentuk udakan atau atangga yang berjumlah empat, berfungsi sebagai pondasi yang kokoh.
Bagian tengah memiliki bentuk segi empat dengan inskripsi-inskripsi yang melambangkan nilai-nilai penting.
Sedangkan bagian atas, yang menyerupai mahkota, menjadi puncak dari keindahan dan keagungan tugu ini.
Tugu Jogja, atau Tugu Pal Putih, tidak hanya menjadi tempat wisata yang populer, tetapi juga saksi bisu dari perjalanan panjang perjuangan dan kebangkitan sebuah bangsa.
Dengan segala perubahan bentuk dan kejadian sejarah yang melingkupinya, tugu ini tetap menginspirasi dan menyiratkan makna yang dalam bagi masyarakat Yogyakarta serta seluruh Indonesia.
Editor : Bahana.