Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengintip Jembatan Gantung DIY yang Berusia 63 Tahun, Keindahan Air Terjun dan Sejarah yang Tersembunyi

Cici Jusnia • Rabu, 20 Maret 2024 | 21:07 WIB
Jembatan Gantung Duwet (Foto: FB Sor Kulon Progo)
Jembatan Gantung Duwet (Foto: FB Sor Kulon Progo)

RADAR JOGJA - DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) terus memikat perhatian para wisatawan, tak hanya karena kekayaan budayanya yang kental, tetapi juga pesona alamnya yang menakjubkan.

Tidak hanya menjadi tempat yang ideal untuk berwisata, DIY juga dikenal sebagai rumah bagi banyak institusi pendidikan yang berkualitas, menjadikannya tujuan populer bagi siswa dan mahasiswa yang mencari ilmu.

Infrastruktur yang terbaik, termasuk jembatan gantung, telah menjadi daya tarik tersendiri di provinsi ini.

Namun, dari sekian banyak jembatan gantung yang tersebar di DIY, tahukah Anda mana yang tertua di antara semuanya?

Sebuah artikel yang dikutip dari laman resmi jogjaprov.go.id pada Rabu (20/3), mengungkap bahwa jembatan tertua di DIY telah berdiri sejak tahun 1960, dengan usia mencapai 63 tahun saat ini.

Jembatan yang dimaksud memiliki panjang sekitar 55 meter dan lebar sekitar 2,5 meter.

Desainnya sederhana dengan framework yang terdiri dari dua kabel utama dan kabel penghubung, serta gelagar berbentuk balok-balok kayu dengan ukuran 20 x 15 sentimeter.

Lokasi jembatan ini berada di Dusun Duwet, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo.

Jembatan yang lebih dikenal dengan nama "Kretek Gantung" ini menjadi penghubung antara dua daerah, yakni Bandarharjo, Kalibawang, Kulon Progo (DIY) dengan Ngluwar (Kabupaten Magelang).

Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi karena faktor usia, salah satu sisi jembatan tetap mempertahankan keasliannya, ditandai dengan tulisan "Bangunan Djembt Duwet 25 Juni 1960."

Meskipun catatan resmi menunjukkan tahun pembangunan pada tahun 1960, sumber lain yang dikutip dari laman vredeburg.id mengungkap bahwa jembatan ini mungkin sudah ada sejak tahun 1930-an.

Hal ini menandakan bahwa jembatan ini menjadi saksi bisu dari peristiwa sejarah, termasuk Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948, yang terjadi di Yogyakarta.

Meskipun menyimpan kisah kelam di masa lalu, jembatan ini menawarkan pemandangan alam yang indah, mulai dari tetumbuhan hijau di sekitarnya hingga air terjun kecil yang mengelilinginya.

Dengan demikian, jembatan gantung tertua "Kretek Gantung" tidak hanya menjadi sebuah struktur fisik, tetapi juga sebuah warisan sejarah yang hidup, menyimpan cerita-cerita masa lalu yang perlu dihargai dan dilestarikan.

Bagi pengunjung, jembatan ini tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga sebagai jendela yang membuka lembaran sejarah DIY yang mendalam.

 
 
 
Editor : Bahana.
#jembatan kretek #Kretek Gantung #Kulon Progo