Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Godean dan Jejak Sejarahnya, Dari Legenda Jajanan Peyek Belut hingga Sentra Kerajinan Genteng Terbesar di Sleman

Cici Jusnia • Rabu, 20 Maret 2024 | 20:00 WIB
Godean dan Jejak Sejarahnya, Dari Legenda Jajanan Peyek Belut hingga Sentra Kerajinan Genteng Terbesar di Sleman (Foto: Google Maps)
Godean dan Jejak Sejarahnya, Dari Legenda Jajanan Peyek Belut hingga Sentra Kerajinan Genteng Terbesar di Sleman (Foto: Google Maps)

RADAR JOGJA - Daerah Godean, yang terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, telah lama menjadi pusat perputaran ekonomi bagi warga sekitar, terutama di wilayah barat daya Sleman.

Namun, selain terkenal dengan Pasar Godean dan jajanan peyek belutnya yang legendaris, Godean juga dikenal sebagai sentra kerajinan genteng terbesar di wilayah Kabupaten Sleman.

Sejarah Administrasi Pemerintahan yang Berubah-ubah

Menilik dari catatan sejarah administrasi pemerintahan, Godean telah mengalami berbagai perubahan yang cukup signifikan.

Pada tahun 1916, menurut Rijksblad Kasultanan Yogyakarta No 11, Godean merupakan distrik di bawah Kabupaten Sleman yang terdiri dari 8 onderdistrik dan 55 kelurahan.

Namun, pada tahun 1927, dengan keluarnya Rijksblad No 1/1927, Godean bersama seluruh wilayah Kabupaten Sleman, masuk ke dalam wilayah Kabupaten Yogyakarta.

Selanjutnya, sekitar tahun 1942, Godean menjadi bagian dari Kabupaten Bantul dengan status Kawedanan.

Tetapi, pada tanggal 8 April 1945, melalui penataan ulang wilayah Kasultanan Yogyakarta dengan Jogjakarta Koorei angka 2, Godean kembali masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sleman dengan status Kapanewon (Sekarang Son).

Meskipun demikian, beberapa wilayah di Godean, seperti Serayu, tetap berada di bawah Kabupaten Bantul.

Perubahan Nama dan Penggabungan Kelurahan

Dalam perkembangannya, Kapanewon Godean kemudian berkantor di Daerah Godean dan dipimpin oleh seorang Panewu (kini disebut Camat), yang mengawasi 16 kelurahan.

Namun, melalui Maklumat Kasultanan Yogyakarta No 5 tahun 1948, 16 kelurahan tersebut digabungkan menjadi 7 kelurahan definitif hingga saat ini.

Baca Juga: Agar Nyaman dan Aman selama Perjalanan, Periksa Ban Mobil sebelum Mudik Lebaran

Kelurahan-kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Sidoagung, Sidoarum, Sidokarto, Sidoluhur, Sidomoyo, Sidomulyo, dan Sidorejo.

Kehidupan Ekonomi yang Berkembang

Pasar Godean menjadi salah satu pusat ekonomi utama di wilayah ini. Selain dikenal dengan jajanan peyek belut yang lezat, pasar ini juga menjadi tempat berdagang bagi berbagai jenis barang.

Namun, yang paling menonjol adalah sentra kerajinan genteng yang tersebar di sejumlah wilayah Godean.

Hampir di setiap sudut, kita dapat menemui para pengrajin genteng tanah liat yang terampil.

Kegiatan Perekonomian dan Kearifan Lokal

Pasar Godean tidak hanya menjadi tempat berbelanja bagi warga sekitar, tetapi juga menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana pasar tradisional yang ramai dan beragam.

Selain itu, keberadaan sentra kerajinan genteng juga memberikan kontribusi besar pada perekonomian lokal, sambil tetap menjaga kearifan lokal dalam proses pembuatannya.

Dengan begitu, Godean tidak hanya merupakan nama sebuah daerah di Yogyakarta, tetapi juga sebuah warisan bersejarah yang terus hidup dan berkembang hingga saat ini.

Dengan segala potensinya, Godean terus menjadi bagian integral dari identitas dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Editor : Bahana.
#Godean Sleman #Godean