KEBUMEN - Polres Kebumen mengamankan terduga pelaku perundungan terhadap seorang pelajar SMK di Kecamatan Kutowinangun. Terduga pelaku masih di bawah umur dan kini menjalani pemeriksaan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kebumen.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, polisi bergerak setelah menerima laporan dari keluarga korban. Penyidik masih mendalami perkara dengan memeriksa terduga pelaku dan sejumlah pihak terkait. "Pemeriksaan masih berjalan," jelasnya Sabtu (15/8).
Selain memeriksa terduga pelaku, penyidik mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan kejadian. Polisi juga akan meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui atau merekam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Emak-Emak Dusun Prajenan, Mertoyudan Adu Sabar Mancing Lele, Hadiahnya Perabot Rumah Tangga
Gelar perkara segera dilakukan untuk menentukan langkah hukum berikutnya. Polisi juga akan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk pemeriksaan medis dan visum korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, perundungan terjadi Jumat (7/8) sekitar pukul 10.00 di belakang sebuah SMK swasta di Kecamatan Kutowinangun. Kasus tersebut menjadi sorotan setelah video pendek aksi kekerasan antarpelajar beredar di media sosial.
Dalam video itu, seorang pelajar yang mengenakan seragam pramuka tampak menjadi korban kekerasan. Sementara seorang pelajar lain yang diduga sebagai pelaku terlihat tanpa mengenakan baju dan melakukan kekerasan terhadap korban.
Baca Juga: Live Malam Ini, Arsenal vs Manchester CIty Perebutan Gelar FA Community Shield 2026 di Cardiff
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengunjungi rumah korban, Minggu (16/8). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan kondisi fisik dan psikologis korban.
Lilis mengaku prihatin atas perundungan yang dialami korban. Dia berharap kejadian tersebut menjadi kasus terakhir di lingkungan pendidikan Kebumen. Lilis juga meminta korban tetap melanjutkan pendidikan. Bahkan dia memberi opsi pindah sekolah apabila korban merasa tidak nyaman. "Jangan lama-lama istirahatnya agar tidak ketinggalan pelajaran," pesannya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita