SMPN 4 Banguntapan Kenalkan Budaya Jawa kepada Siswa lewar Beragam Kegiatan Sekolah

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 20:45 WIB
NGURI-URI BUDAYA: Penampilan dalang cilik dalam rangkaian HUT ke-58 SMPN 4 Banguntapan SMPN 4 Banguntapan beberapa waktu lalu. (Dokumentasi SMPN 4 Banguntapan)
NGURI-URI BUDAYA: Penampilan dalang cilik dalam rangkaian HUT ke-58 SMPN 4 Banguntapan SMPN 4 Banguntapan beberapa waktu lalu. (Dokumentasi SMPN 4 Banguntapan)

BANTUL - Di tengah derasnya arus modernisasi yang membuat sebagian generasi muda mulai menjauh dari budaya daerah, SMPN 4 Banguntapan tetap konsisten menanamkan kecintaan terhadap budaya Jawa kepada para siswanya. Upaya tersebut diwujudkan tidak hanya melalui pembelajaran di kelas. Tetapi juga melalui lingkungan sekolah dan berbagai kegiatan yang sarat nilai budaya.

Memasuki area sekolah, nuansa budaya langsung terasa melalui mural bergambar tokoh wayang dan ornamen khas Jawa. Berbagai elemen tersebut menjadi media edukasi sekaligus pengingat bagi siswa untuk semakin mengenal warisan budaya leluhur.

Komitmen itu kembali ditunjukkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 SMPN 4 Banguntapan yang digelar pada 31 Juli hingga 1 Agustus. Seluruh rangkaian kegiatan mengusung tema budaya Jawa.

Baca Juga: Dishub DIY Bantah Tudingan Rakitan Becak Listrik 2023 Cacat Produksi, Begini Klaimnya..

Ketua HUT ke-58 SMPN 4 Banguntapan Mahasin Sri Laksono mengatakan, berbagai perlombaan dan pentas seni sengaja dirancang untuk mengenalkan sekaligus menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap budaya lokal. Kegiatan yang digelar meliputi pentas seni, lomba menyanyi lagu Jawa, lomba menggambar bertema budaya, hingga kirab budaya.

"Sejak awal memang sekolah ini mengusung konsep sekolah budaya," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (7/8).

Guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) itu mengatakan, puncak peringatan HUT semakin semarak dengan pagelaran wayang kulit yang dimainkan dalang cilik. Penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk melestarikan seni pedalangan.

Baca Juga: Hanif Sjahbandi Belum Fit 100 Persen, Gelandang Anyar PSS Sleman Kejar Pemulihan Jelang Super League

"Dalang cilik kami hadirkan agar anak-anak termotivasi menjadi dalang sekaligus ikut melestarikan budaya Jawa," katanya.

Selain melibatkan warga sekolah, peringatan HUT tahun ini juga menggandeng siswa SD se-Kabupaten Bantul melalui lomba menyanyi lagu Jawa dan lomba menggambar bertema budaya.

"Peserta merupakan siswa pilihan yang direkomendasikan sekolah masing-masing," jelasnya.

Seluruh siswa SMPN 4 Banguntapan juga mengikuti kirab budaya sebagai bagian dari peringatan HUT sekolah. Setiap kelas menampilkan kreativitas dengan membuat gunungan dan ornamen bertema budaya. Para siswa mengenakan busana adat Jawa serta membawa berbagai atribut tradisional, termasuk tombak replika, dalam kirab yang melintasi kawasan Tamanan.

"Kirab ini menjadi wadah bagi siswa untuk berkreasi sekaligus memahami filosofi budaya Jawa melalui pengalaman secara langsung," terangnya.

Mahasin berharap, berbagai kegiatan budaya mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah di tengah derasnya pengaruh budaya luar. "Semoga melalui kegiatan seperti ini mereka semakin bangga dan ikut menjaga warisan budaya tersebut," tandasnya. (cin/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
budaya lokal budaya jawa Siswa SMPN 4 Banguntapan wayang