Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Kota Magelang TKA Jadi Penentu SPMB SMP, Bobotnya 60 Persen Bisa Ubah Peta Persaingan

Naila Nihayah • Senin, 8 Juni 2026 | 19:53 WIB
Banyak orang tua yang mengantar anaknya untuk mendaftar sekolah di SMPN 1 Magelang, Senin (8/6).
Banyak orang tua yang mengantar anaknya untuk mendaftar sekolah di SMPN 1 Magelang, Senin (8/6).



MAGELANG - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026-2027 jenjang SMP di Kota Magelang resmi bergulir, 8-10 Juni 2026. Untuk kali pertama, Tes Kemampuan Akademik (TKA) dijadikan komponen utama dalam penilaian jalur prestasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho menjelaskan, TKA kini memiliki bobot paling besar dalam seleksi jalur prestasi. Yakni mencapai 60 persen dari total penilaian.

 "Rapor lima semester hanya 20 persen, dan piagam prestasi 20 persen," ujar dia di kantornya, Senin (8/6).

Baca Juga: Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-Yong Sebagai Pelatih Kepala Baru Arungi Super League Musim 2026/27

Nurwiyono menyebut, penggunaan TKA juga terintegrasi langsung dengan sistem pusat melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin). Sehingga meminimalisasi potensi manipulasi nilai. "Semua sudah terkoneksi. Jadi data tidak bisa diubah-ubah. Ini untuk memastikan prosesnya transparan dan akuntabel," katanya.

Perubahan ini, lanjut dia, tidak hanya berdampak pada sistem penilaian, tetapi juga pada dinamika persaingan antarcalon siswa. Dengan adanya TKA, peluang tidak hanya ditentukan oleh riwayat nilai rapor atau banyaknya piagam, tetapi juga kemampuan akademik.

Integrasi sistem juga diterapkan pada jalur lainnya. Data domisili terhubung dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sementara jalur afirmasi terverifikasi melalui data Kementerian Sosial, khususnya bagi calon siswa yang terdaftar dalam DTKS desil 1 hingga 4.

Baca Juga: Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-Yong Sebagai Pelatih Kepala Baru Arungi Super League Musim 2026/27

Di sisi lain, kata Nurwiyono, setiap pendaftar dapat memilih hingga tiga sekolah tujuan. Sistem akan secara otomatis menggeser pilihan jika calon siswa tidak lolos pada pilihan pertama, berdasarkan jarak domisili atau peringkat nilai.

Jika hingga akhir periode pendaftaran belum diterima, peserta masih diberi kesempatan untuk mendaftar ulang dengan mengganti pilihan sekolah maupun jalur. Dia berharap, masyarakat bisa menyesuaikan pilihan dengan kondisi masing-masing. "Jangan semuanya menumpuk di sekolah tertentu, karena sistem ini berbasis jarak dan nilai," bebernya.

Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 1 Magelang Muh Farhan mengatakan, TKA menjadi pembeda paling signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, siswa hanya bisa menyertakan satu piagam dengan nilai tertinggi. "Sekarang nilai akhir benar-benar ditentukan dari TKA. Piagam hanya satu yang diambil, yang tertinggi. Jadi tidak seperti dulu yang bisa banyak," jelasnya.

Baca Juga: BBM Non Subsidi Naik Dua Kali Lipat, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Kulon Progo Membengkak, Tambahan Dana Diusulkan

Farhan melanjutkan, sistem SPMB tetap membuka empat jalur penerimaan, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Jalur domisili mendapat porsi 40 persen, jalur prestasi 35 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi lima persen.

Seorang orang tua siswa, Yuli Setiawan mengaku, perlu menyesuaikan strategi dalam memilih sekolah bagi anaknya. Dia memilih tiga sekolah sekaligus untuk mengantisipasi ketatnya seleksi.

"Kami ambil tiga pilihan (sekolah), karena sekarang lebih kompetitif. Tapi dari sekolah juga sudah dijelaskan dengan baik, jadi kami cukup paham," paparnya. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#nilai tka #nilai rapor #SMPN 1 Magelang #Disdikbud #spmb