Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siswa SD Bopkri Wonosari II Fasih Berbahasa Inggris, Kampanyekan Peduli Lingkungan lewat Drama

Yusuf Bastiar • Rabu, 1 April 2026 | 22:00 WIB
PERCAYA DIRI: Siswa kelas VI SD Bopkri Wonosari II saat tampil membawakan drama tutur menggunakan Bahasa Inggris. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
PERCAYA DIRI: Siswa kelas VI SD Bopkri Wonosari II saat tampil membawakan drama tutur menggunakan Bahasa Inggris. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
GUNUNGKIDUL - Kemampuan berbahasa Inggris siswa sekolah dasar kini tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Seperti yang ditunjukkan siswa SD Bopkri Wonosari II saat tampil membawakan drama berbahasa Inggris dalam gelaran Bopkri Expo Rabu (1/4). Tak sekadar unjuk kemampuan bahasa, mereka juga menyisipkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Siswa kelas VI Anggita Quina Mutiara Lubis mengungkapkan, pementasan tersebut melibatkan tujuh siswa. Saat berada di atas panggung, dia dan temaan-temannya berdialog menggunakan bahasa Inggris.

 Baca Juga: Bensin, Daging Ayam Ras hingga Emping Jadi Pemicu Inflasi di Kota Jogja, BPS: Imbas Perang Global serta Kebutuhan Lebaran

“Ceritanya tentang tokoh bernama Kim yang awalnya membuang sampah sembarangan, lalu ditegur teman-teman dan guru hingga akhirnya sadar pentingnya menjaga lingkungan,” bebernya saat ditemui di belakang panggung Rabu (1/4).

Menurut Anggita, cerita tersebut diangkat bukan tanpa alasan. Selain menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah, pesan menjaga lingkungan juga selaras dengan tema Paskah tahun ini, yakni Paskah ekologis. “Kami diajari untuk fasih berbahasa inggris, juga setiap hari untuk tidak membuang sampah sembarangan. Keduanya kami elaborasikan. Sekolah kami juga dekat Sungai Besole, dan kami melihat masih banyak sampah di sana,” rincinya.

Baca Juga: Polresta Jogja Amankan Salah Satu Pelaku Penganiayaan Kasus Ngopo-Ngopo!

Tak hanya melalui drama, kebiasaan peduli lingkungan juga diterapkan dalam keseharian siswa. Mereka dibiasakan membawa botol minum (tumbler) dan bekal dari rumah untuk mengurangi sampah plastik dan makanan terbuang.

“Kami juga belajar mendaur ulang sampah. Bahkan ada yang dibawa ke bank sampah dan bisa jadi tambahan uang jajan,” katanya.

Baca Juga: Banjir Diskon, Atraksi Budaya, hingga Lari Maraton Peringati Hari Jadi ke-1.120 Kota Magelang

Kepala Sekolah SD Bopkri Wonosari II Istining Purworetno menjelaskan, sekolah secara konsisten menerapkan program pengurangan sampah plastik. Siswa diwajibkan membawa tumbler dan bekal dari rumah. Sementara sekolah menyediakan fasilitas air minum isi ulang di setiap kelas. 

Di sisi lain, penguatan kemampuan bahasa Inggris juga menjadi program unggulan. Sekolah mendorong siswa aktif berbicara melalui kegiatan speaking club. “Selama ini anak-anak biasanya kuat di tulisan, tapi kurang percaya diri saat berbicara menggunakan bahasa Inggris. Maka kami dorong agar mereka berani komunikasi dalam bahasa Inggris sejak dini,” tandasnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#SD Bopkri Wonosari II #bopkri expo #bahasa inggris #menjaga lingkungan