BANTUL - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, MTsN 9 Bantul memiliki cara cerdas untuk mengolah sampah.
Di tangan para siswa, botol plastik dan kardus bekas disulap menjadi pundi-pundi rupiah.
Kepala sekolah MTsN 9 Bantul Siti Solichah mengatakan, peringatan HPSN bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari pendidikan karakter berbasis aksi.
Sebab pihak sekolah sendiri ingin para siswa memahami persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama.
"Di tengah kondisi Jogja yang masih darurat sampah, madrasah harus hadir memberi solusi, meski dari langkah kecil," ucapnya, Sabtu (14/2/2026).
Oleh karena itu, melalui program unggulan Trash Coin, para siswa diimbau untuk memilah sampah, lalu ditimbang dan dicatat sebelum dijual ke pengepul.
Sehingga, hasilnya nanti dimasukkan ke kas kelas masing-masing.
"Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga literasi lingkungan dan finansial," tegasnya.
Tak hanya itu, dalam HPSN 2026 ini, para siswa kelas VIII dan IX MTsN 9 Bantul juga diajak untuk kerja bakti membersihkan lingkungan madrasah.
Area kelas, taman, hingga sudut halaman dibersihkan bersama. Tim OSIM bersama guru pembimbing pun juga turut membuat video kampanye diet plastik sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kegiatan yang melibatkan sekitar 470 siswa, guru, pegawai, serta mahasiswa PLP UIN Sunan Kalijaga ini menjadi bagian dari komitmen MTsN 9 Bantul sebagai Madrasah Adiwiyata Nasional.
Ke depan, madrasah menargetkan gerakan ini tidak hanya berdampak di lingkungan sekolah, tetapi juga menginspirasi masyarakat sekitar.
"Harapan kami, semangat Bergerak Bersama ini menjadi budaya. Jika anak-anak sudah terbiasa peduli lingkungan sejak dini, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab terhadap bumi," lontar Siti. (ayu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita