MAGELANG — Ribuan alumni lintas angkatan SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang memadati GOR Samapta, dalam perhelatan Gebyar Emas Reuni Akbar 50 Tahun. Kegiatan ini menjadi ajang temu kangen sekaligus refleksi perjalanan setengah abad sekolah yang telah melahirkan alumni dari berbagai latar belakang profesi.
Reuni akbar tersebut menghadirkan suasana berbeda dari kebanyakan pertemuan alumni. Para peserta mengenakan seragam sekolah putih abu-abu dan mengikuti upacara bendera layaknya masa-masa sekolah.
Suasana nostalgia semakin terasa ketika seluruh alumni bersama-sama menyanyikan mars Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Lagu itu membangkitkan kenangan masa sekolah yang lekat dengan aktivitas keorganisasian pelajar.
Baca Juga: Sudah Miliki 14 Sekolah Rakyat yang Beroperasi, Jawa Tengah Genjot Penambahan Titik
Reuni ini tidak hanya dihadiri para alumni dari angkatan pertama tahun 1976 hingga lulusan 2024, tetapi juga mengundang guru-guru purna tugas maupun yang masih aktif mengajar. Sejumlah tokoh dan unsur persyarikatan Muhammadiyah turut hadir.
Selain menjadi ajang silaturahmi, reuni akbar ini juga diisi dengan kegiatan sosial. Panitia menggelar donor darah bekerja sama dengan PMI, pemeriksaan kesehatan, serta penjualan paket sembako murah bagi warga sekitar melalui kerja sama dengan LazisMu.
Rangkaian acara diawali dengan jalan santai mengelilingi kawasan sekitar GOR Samapta. Untuk menambah semarak kegiatan, panitia menyediakan berbagai hadiah undian berupa barang elektronik dan perlengkapan rumah tangga, seperti kulkas, televisi, kipas angin, hingga sepeda gunung.
Ketua Panitia Reuni Akbar, Choirul Anwar mengatakan, konsep upacara dan penggunaan seragam sekolah sengaja dipilih untuk menghadirkan kembali suasana masa sekolah. Menurutnya, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IPM menjadi momen yang mampu membawa ingatan para alumni ke masa lalu.
Dengan mengenakan seragam putih abu-abu, mereka ingin menumbuhkan kembali rasa senasib dan sepenanggungan. "Tidak ada sekat profesi, semuanya kembali menjadi alumni SMA Muhammadiyah yang memiliki frekuensi dan semangat yang sama," ujarnya, Senin (12/1).
Dia menambahkan, penggunaan seragam sekolah juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kembali sikap takzim kepada para guru yang telah berjasa dalam perjalanan hidup para alumni.
Dengan kembali berperan sebagai siswa, para alumni diharapkan tetap menjaga rasa hormat kepada guru sebagai sosok yang memberi warna penting dalam kehidupan mereka.
Sementara itu, Ketua Umum Lintas Alumni SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang Taufik Arif berharap, reuni akbar ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Tetapi menjadi momentum berkelanjutan untuk memperkuat peran alumni dalam memajukan sekolah.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompetitif, seiring munculnya berbagai sekolah unggulan dengan beragam konsep. Hal tersebut, kata dia, harus menjadi pemicu bagi SMA Muhammadiyah 1 untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas.
Baca Juga: Tahun 2026, DLH Kulon Progo Targetkan Penurunan Produksi Sampah di TPA Banyuroto
"SMA Muhammadiyah harus terus maju, keren, dan mampu bersaing, dengan tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai sekolah umum yang berbasis nilai-nilai keagamaan," tegasnya.
Dia juga menekankan, alumni memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengantarkan generasi penerus menjadi pribadi yang maju, sukses, dan mampu memberi kontribusi bagi bangsa dan masyarakat.
Rangkaian Gebyar Emas Reuni Akbar 50 Tahun Alumni SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang ditutup dengan penampilan band lawas Janema. Alunan musik yang dibawakan band tersebut semakin menghidupkan suasana dan menambah kehangatan pertemuan para alumni yang kembali menyatu dalam kenangan dan kebersamaan. (aya)
Editor : Heru Pratomo