MAGELANG – Sebanyak 108 anak dari 20 TK di Kota Magelang meramaikan kegiatan Open School 2025 SD Kanisius Pendowo. Dalam agenda rutin tahunan itu, para siswa mengikuti dua jenis lomba, yaitu lomba kolase bahan alam serta lomba menghias bekal makanan sehat berupa pembuatan sandwich.
Ketua Panitia Open School 2025, Elisabeth Pawestri Ardi Harjanti menjelaskan, kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk menggali potensi anak usia dini. "Anak-anak TK itu punya banyak potensi terpendam. Kalau tidak difasilitasi, sayang sekali, eman-eman," ujarnya, Kamis (20/11).
"Kami ingin menunjukkan bahwa SD Kanisius Pendowo masih ada dan tetap siap mendampingi anak-anak dengan pendidikan karakter," lontarnya.
Dua lomba utama menjadi pusat perhatian dalam acara ini. Pada lomba kolase, setiap tim beranggotakan tiga anak diminta menyusun berbagai bahan seperti aneka kacang-kacangan, dedaunan, serta serpihan batu kecil. Bahan-bahan itu dirangkai memenuhi gambar yang telah disediakan panitia, mulai dari burung hantu hingga ikan.
Sementara itu, pada lomba menghias bekal makanan sehat, peserta bekerja berpasangan membuat sandwich menggunakan roti tawar, telur, sosis, keju, selada, serta saus mayones dan saus tomat. Anak-anak diminta tidak hanya menumpuk bahan, tetapi menyusunnya agar tampak menarik dan layak disantap.
Baca Juga: Bos Investasi Bodong NW Sports Ditangkap, Rugikan 83 Orang Warga Kebumen hingga Rp 2,5 Miliar
Beberapa ide kreatif peserta juga diketahui berasal dari latihan bersama orang tua di rumah. "Saya sudah ajari di rumah supaya sandwich-nya unik dan cantik. Tapi jadinya kok begini," ujar Nora, wali siswa, sembari tertawa melihat hasil karya putrinya.
Hal yang sama juga dialami wali siswa lain, Regina Rukmorini. "Anak saya latihan bikin sandwich dua kali di rumah. Yang penting dia belajar kerja sama dengan temannya. Ini lomba pertama dia," bebernya.
Baca Juga: Seleksi Ketat Pengurus Koperasi Sleman: Wajib Lolos Uji Kelayakan untuk Dapat Izin Usaha
Setelah lomba selesai, suasana makin riuh ketika pentas barongsai tampil menjelang pengumuman juara. Anak-anak tampak sangat antusias, beberapa bahkan berani memberikan angpau kepada barongsai.
Aksi itu segera diikuti anak-anak lainnya. Mereka berbondong-bondong mendekati barongsai, bahkan ada yang menyelipkan makanan ke mulut barongsai. Meski pertunjukan hampir usai, sejumlah anak masih berusaha mengekor barongsai ke luar area. (aya)