MAGELANG —Sebanyak 639 pelajar mengikuti sosialisasi yang menjadi bagian dari rangkaian program 'Suara Demokrasi' di SMPN 13 Kota Magelang. Program ini digelar menjelang pemilihan ketua OSIS yang akan berlangsung 20 November mendatang.
Kepala sekolah SMPN 13 Kota Magelang Tri Widayati mengatakan, pemilihan OSIS sering menjadi panggung pertama bagi siswa untuk mengenal proses demokrasi. Karena itu, dia menekankan pentingnya penyelenggaraan pemilihan yang sehat dan edukatif.
Menurutnya, para siswa harus belajar bahwa perbedaan pilihan bukan alasan untuk bermusuhan. "Demokrasi harus dibangun sejak dini, dan sekolah menjadi tempat paling tepat untuk itu," ujarnya, Selasa (18/11).
Baca Juga: Wah, Tingkat Kegemaran Membaca di Kota Jogja di Bawah Gunungkidul: Ini Langkah Pemkot Jogja..
Ketua KPU Kota Magelang Misbachul Munir menegaskan, pelajar perlu dilatih agar kelak menjadi pemilih yang kritis. Sebab, kualitas pemilu ditentukan oleh kualitas pemilih. "Mulailah dari mengenali visi-misi dan rekam jejak calon sebelum memilih, bukan ikut pilihan teman atau terpengaruh euforia," katanya.
Dia juga menambahkan pesan soal tanggung jawab moral dalam menggunakan hak suara. Menurutnya, golput bukan bagian dari pendidikan politik yang sehat. "Pilih sesuai hati nurani, tanpa tekanan dari siapa pun. Itu prinsip dasar pemilu yang jujur dan adil," imbuhnya.
Tidak berhenti di tingkat SMP, KPU Kota Magelang melanjutkan program pendidikan pemilih ke SMA Tarakanita Magelang, dengan menyasar siswa kelas XII yang segera memasuki usia pemilih.
Baca Juga: Selesai Olah TKP, Polisi Masih Belum Temukan Pelaku Penganiayaan Ojol di Sleman
Sebanyak 97 pelajar mengikuti kokurikuler IPS bertema 'Smart Voters, Strong Nation: Generasi Z Beraksi untuk Ketahanan Nasional'.
Komisioner KPU Kota Magelang Vica Vitri Utami mengatakan, kelompok pemilih muda akan memegang proporsi signifikan pada pemilu mendatang. Karena itu, sekolah menjadi ruang strategis untuk memperkuat literasi politik.
Dia menyebut, generasi muda memegang peranan besar dalam menentukan arah bangsa. "Jika mereka cerdas dalam memilih, maka kualitas demokrasi juga ikut terangkat," ujarnya.
Selain memberikan materi umum, KPU juga memberikan pembekalan khusus bagi pengurus OSIS yang ditunjuk sebagai panitia pemilihan. Mereka dikenalkan pada prosedur pemungutan suara, alur kerja panitia, hingga teknik penghitungan suara. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo