Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SMPN 7 Magelang, Sekolah Religius dan Berwawasan Global: Dampingi Siswa hingga Terus Berinovasi

Naila Nihayah • Minggu, 2 November 2025 | 16:10 WIB

 

SMPN 7 Magelang.
SMPN 7 Magelang.

MAGELANG - Di tengah pesatnya perkembangan dunia pendidikan, SMPN 7 Magelang tampil sebagai salah satu sekolah yang berupaya menyeimbangkan kecerdasan akademik, karakter, dan spiritualitas.

Salah satunya melalui program Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) Class sejak 2023.

Kepala SMPN 7 Magelang Iwuk Juliyani mengatakan, program STEAM merupakan pendekatan lintas disiplin yang menuntut siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif melalui pembelajaran berbasis proyek.

Melalui STEAM Class, siswa tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga mengaplikasikannya dalam bentuk karya nyata. "

Dari situ, karakter seperti jujur, kreatif, dan pekerja keras muncul secara alami," ujar dia di kantornya, Jumat (31/10/2025).

Visi sekolahnya adalah mewujudkan siswa yang religius, berkarakter Pancasila, cerdas, ramah lingkungan, dan berwawasan global. Lima indikator ini menjadi dasar dari seluruh kegiatan pembelajaran dan program sekolah.

Pembelajaran di STEAM Class lanjutnya, menekankan meaningful learning atau pembelajaran yang bermakna.

Siswa diajak menemukan kebahagiaan dalam proses belajar yang berkesadaran. Bukan sekadar mengejar nilai, tetapi memahami makna dari setiap pengetahuan yang mereka peroleh.

Program ini sekaligus menjadi pengungkit dalam pembentukan karakter siswa. Selain meningkatkan kompetensi akademik, siswa juga dilatih untuk memiliki integritas, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Tidak hanya fokus pada akademik, SMPN 7 Magelang juga berkomitmen menanamkan nilai-nilai antikorupsi dan integritas.

Sekolah ini menjadi sekolah pembangun zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK). Sehingga menanamkan sembilan nilai integritas yang terintegrasi dalam pembelajaran.

Melalui pendekatan tersebut, sekolah berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa nasionalis.

"Nilai-nilai ini memperkuat delapan profil lulusan yang diharapkan oleh Kemendikdasmen, seperti beriman, mandiri, gotong royong, dan bernalar kritis," tuturnya.

Dalam menghadapi era digital, SMPN 7 Magelang turut memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses belajar.

Siswa dibimbing untuk tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga berkreasi dengan bantuan artificial intelligence (AI). "Jadi mereka bukan hanya pengguna, tapi juga kreator," sambungnya.

Prestasi menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan di SMPN 7 Magelang. Setiap bulannya, sekolah ini mampu meraih rata-rata 20 prestasi dari berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, dan seni. Baik di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

Prestasi terbaru datang dari ajang Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang. Yang mana SMPN 7 Magelang memborong delapan piala dari delapan kategori lomba. "Setiap tahun anak-anak selalu membawa pulang piala," bebernya.

Untuk mendukung itu, sekolah memiliki 21 ekstrakurikuler yang mencakup tiga bidang besar: olahraga, seni, dan akademik.

Di bidang olahraga misalnya, ada sepak bola, bola basket, voli, dan bela diri. Di bidang seni, ada seni tari dan musik. Sedangkan di bidang akademik, tersedia kegiatan seperti sains club dan debat.

Bagi siswa yang memiliki minat lain, sekolah ini juga menyediakan ekstrakurikuler home economic seperti menjahit, menyulam, dan memasak untuk melatih keterampilan hidup (life skill).

Iwuk menjelaskan, kunci dari banyaknya prestasi tersebut adalah pendampingan intensif.

Sekolah telah memiliki sistem pembinaan sejak jauh hari sebelum perlombaan dimulai.

"Misalnya untuk lomba Jumbara, empat bulan sebelum kegiatan kami sudah melakukan seleksi dan pelatihan," lontarnya.

Pendampingan tersebut tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun mental juara, kepercayaan diri, dan kerja sama tim antarsiswa.

Selain kegiatan belajar formal, SMPN 7 Magelang juga memiliki berbagai agenda tahunan yang memperkuat karakter dan kreativitas siswa.

Misalnya, Bulan Bahasa di bulan Oktober yang diisi dengan berbagai lomba literasi dan seni.

Kemudian pada September, sekolah merayakan HUT SMPN 7 Magelang dengan beragam kegiatan kebersamaan dan kreativitas siswa.

Di akhir tahun ajaran, ada acara Panen Hasil Belajar STEAM Class, di mana siswa memamerkan karya proyek mereka kepada publik.

"Anak-anak menjelaskan sendiri hasil karya mereka, bagaimana mekanisme kerja dan tujuannya. Ini menjadi ajang pembelajaran sekaligus kebanggaan bagi mereka," tutur Iwuk.

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah juga memberikan penghargaan khusus bagi siswa berprestasi setiap akhir tahun.

Apresiasi ini dinilai penting agar semangat kompetisi sehat tumbuh, sekaligus memotivasi siswa lain untuk terus berprestasi.

Bagi Iwuk Juliyani, pendidikan di SMPN 7 Magelang bukan hanya soal nilai, tetapi tentang bagaimana anak-anak merasakan kebahagiaan dalam proses belajar.

Melalui pendekatan yang religius, berintegritas, dan inovatif, sekolah ini berupaya menjadi ruang tumbuh bagi generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

"Tujuan akhir kami sederhana: agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, cerdas, kreatif, dan bahagia dalam belajar. Karena dari kebahagiaan itulah lahir semangat untuk terus berkembang," imbuhnya. (aya/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#SMPN 7 Magelang #steam #Magelang #wbk #ai #Sekolah Religius #berinovasi #berwawasan global