JOGJA - Gelaran lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) menjadi wadah untuk membangun pengalaman dan keberanian para siswa. Sebab para pelajar harus berhadapan langsung dengan siswa dari sekolah lain.
"Sekarang lebih percaya diri dan lebih enak karena berkelompok,” sebut Irma Dwi Desvita Sari, siswa kelas 9 dari SMP Muhammadiyah 5 Kota Yogyakarta Sabtu (11/10).
Irma tampil bersama Aura Nurul Tanzhara dan Ika Ramadhani di cabang Cerdas Cermat Agama (CCA).
"Kami latihan sekitar sebulan. Tidak ada target spesifik harus menang, tapi bisa tampil maksimal dan nambah pengalaman," ucapnya.
Menurut mereka, dukungan guru dan sekolah sangat besar dan signifikan. Selama beberapa pekan menjelang lomba, mereka rutin melakukan simulasi soal dan latihan memahami konteks pertanyaan seputar AlQuran dan akhlak.
"Semingguan terakhir ini full latihan, mulai dari materi fikih, hadis, dalil, dan lainnya," ungkap Ika.
Sementara itu, Siti Rohmah ikut mendampingi sang anak di lomba pidato jenjang SD. Dengan perlombaan seperti ini, anaknya disebut semangat latihan setiap malam. “Dia belajar berani tampil. Jadi bukan hanya soal menang atau kalah," tuturnya.
Siti menilai, kegiatan ini sangat penting di tengah gempuran media sosial dan hiburan digital yang sering menjauhkan anak-anak dari nilai agama.
"Sekarang banyak anak lebih sibuk main HP. Kegiatan seperti ini bikin mereka punya kegiatan positif, dan mengenal agama dengan cara yang menyenangkan," bebernya.
Sebagai orang tua, dia tidak pernah menargetkan sang anak menang. Namun lebih dari itu, berupa kemampuan dan keberanian untuk tampil di depan umum. “Menang cuma bonus, kalau dapat ya Alhamdulillah," sebutnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita