Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Janokoragotik Bentuk Mabelta Sayang Mas JOS

Magang Radar Jogja • Selasa, 7 Oktober 2025 | 23:44 WIB
MABELTA HEBAT: Siswa menampilkan teaterikal Mabelta Sayang Mas JOS saat peringatan HUT ke-50 SMP Negeri 15 Kota Jogja, Senin (6/10).
MABELTA HEBAT: Siswa menampilkan teaterikal Mabelta Sayang Mas JOS saat peringatan HUT ke-50 SMP Negeri 15 Kota Jogja, Senin (6/10).

JOGJA - Warga sekolah SMP Negeri 15 Yogyakarta punya kebiasaan baik terkait pengelolaan sampah. Satu di antaranya dinamai dengan Janokoragotik atau akronim dari jajan neng kantin ora ngo plastik.

Yaitu program Mabelta, sebutan SMP 15 Yogyakarta, yang bekerjasama dengan kantin sekolah untuk mengurangi sampah.

Gerakan Janokoragotik pun menjadi bagian dari program Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas JOS. Menerapkan point ke-5 Mas JOS, yaitu menggunakan wadah yang bisa digunakan kembali.

Mabelta Sayang Mas JOS, menjadi kalimat yang terpampang jelas di banner sekolah. Tidak hanya sekedar tulisan akan tetapi terdapat beberapa nilai penting yang terkandung di dalamnya.

Seperti, sadar yakni pahami pentingnya mengelolah sampah dengan baik. Aktif yakni jadilah pelopor dalam mengkampanyekan kebersihan lingkungan. Aksi yakni lakukan tindakan nyata seperti memilah dan mendaur ulang. Niat yakni bangun tekat yang kuat untuk menjaga bumi.

Yakin yakni percaya bahwa setiap individu bisa membuat perubahan besar dan yang terakhir gotong royong yakni ajak semua untuk bergerak bersama.

“Biasanya kami pada Jumat diadakan jumat bersih bersih. Harapannya Mas JOS ini bisa lebih disebar luaskan biar berdampak pada lingkungan dengan baik, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak banyak sungai yang tercemar.” ujar Fia salah satu siswi kelas 9 SMPN 15 Yogyakarta, ditemui di sela perayaan HUT ke-50 SMP 15 Yogyakarta, Senin (6/10).

“Senang sih dan harapannya agar masyarakat juga lebih peduli lingkungan” timbal Khafka siswa kelas 8 SMPN 15 Yogyakarta.

Kebijakan ini diklaim efektif karena dapat menekan jumlah penggunaan dan penghasilan sampah plastik.

Kepala sekolah SMP 15 Yogyakarta Drs. Siswanto, M.Pd menyebut, para peserta didik lebih memilih menggunakan wadah yang bisa digunakan kembali.

Hal konkritnya siswa-siswi SMP Negeri 15 Yogyakarta mengganti botol minumnya, dari yang awalnya menggunakan botol sekali pakai diganti dengan menggunakan tumbler.

Harapan selain nantinya sampah tidak begitu banyak, sampah-sampah dari botol minum yang sederhana tidak dibawa keluar lembaga sekolah. Atau sampah sekolah jangan sampai dibawa keluar, cukup di lingkungan sekolah saja.

“Kami berharap sampah-sampah yang dihasilkan nantinya akan dipilah antara organik dan anorganik Anak-anak wajib untuk membawa tumbler sendiri dan membatasi penggunaan botol plastik sekali pakai,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga berharap agar dengan adanya Mas JOS ini para peserta didiknya bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.

Terlebih soal pengelolaan sampah, siswa-siswa diharapkan juga mampu memilah sampah sebagai bentuk sederhananya dalam menjaga lingkungan. Siswa-siswi juga mampu untuk menerapkan kelima point penting dari program Mas JOS.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Santoso Asrori berharap program pengelolaan sampah di SMP 15 dapat membantu berbagai program yang dilaksanakan pemerintah.

Saya yakin SMP 15 sudah cukup bisa, tinggal bagaimana kita semua menerapkan pola-pola budaya hidup bersih tidak hanya di sekolah tapi di mana pun kita berada," tuturnya. (maria florida namus)

Editor : Herpri Kartun
#gotong royong #Mas JOS #peduli lingkungan #botol sekali pakai #SMPN 15 Yogyakarta