Tembok depan SD Negeri Ngabean, Ngampilan, berubah menjadi kanvas raksasa penuh warna dalam rangka peringatan HUT ke-269 Kota Jogja. Empat tim pelajar menyalurkan kreativitas mereka melalui Lomba Mural Pelajar yang diselenggarakan oleh Pemkot Jogja melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja.
Selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (3-4/10), para pelajar menuangkan ide dan kreativitas mereka dengan kuas dan cat, menciptakan mural yang mengusung tema “Yogyakarta Istimewa, Bersih, dan Berbudaya.” Berbagai mural berwarna cerah menghiasi dinding SD Negeri Ngabean, mulai dari ikon kota, pakaian adat, kearifan lokal, hingga pesan moral yang mengajak kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala sekolah SD Negeri Ngabean Tri Lestari Widayati menyambut gembira dipilihnya sekolahnya sebagai lokasi lomba. “Senang temboknya jadi ada lukisan, tapi yang jelas itu juga lukisan yang membangun, bukan yang negatif,” ujarnya, Jumat (3/10).
Para peserta lomba juga merasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Ya asyik sih, terus juga kan kita sudah sibuk, jadi kayak gini malah jadi refreshing buat kita,” ujar Safira Alyaa’, siswa kelas 12 Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Jogja. Melalui lomba ini, para peserta semakin berani berekspresi sekaligus menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.
Kemeriahan lomba ini tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari semangat kolaborasi yang terbangun antarpelajar, guru, dan masyarakat sekitar. Warga yang melintas pun turut menikmati hasil karya seni para peserta yang menampilkan berbagai tema, mulai dari pelestarian budaya, kebersihan lingkungan, hingga semangat gotong royong. Warna-warna cerah berpadu dengan pesan moral yang kuat, menciptakan harmoni visual di dinding kota yang sebelumnya polos dan monoton.
inding-dinding yang kini penuh warna menjadi saksi kreativitas anak-anak muda Yogyakarta yang peduli, berbudaya, dan mencintai lingkungannya. Dengan sapuan kuas sederhana, mereka telah menorehkan pesan besar: menjaga kebersihan dan melestarikan budaya adalah bagian dari menjaga keistimewaan Jogjakarta. (Sarah Yuni Utami, Aura Hera)
Editor : Heru Pratomo