Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemilos Serentak di Bantul Jadi Laboratorim Demokrasi Mini sejak Dini, Ajarkan Hak Memilih dan Kewajiban untuk Berpartisipasi

Cintia Yuliani • Kamis, 4 September 2025 | 12:05 WIB

Dokumentasi KPU Bantul Bupati Bantul dan jajarannya sedang mengikuti acara Pemilos di SMPN 1 Bantul
Dokumentasi KPU Bantul Bupati Bantul dan jajarannya sedang mengikuti acara Pemilos di SMPN 1 Bantul

 

 

BANTUL - Suasana di halaman SMP Negeri 1 Bantul pagi itu berbeda dari biasanya. Bendera-bendera kecil berkibar, para siswa mengenakan seragam rapi dengan antusiasme yang terasa menyala. Selasa (2/9), sekolah ini menjadi saksi peluncuran Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) serentak se-Kabupaten Bantul, jadi momen penting dalam membangun budaya demokrasi sejak bangku sekolah.

 

Kegiatan ini digagas oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), Balai Pendidikan Menengah, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Tahun ini, sebanyak 151 sekolah ambil bagian. Terdiri dari 71 SMP, 13 MTs, 29 SMA, 29 SMK, dan sembilan MA. Sementara itu, 21 sekolah lainnya akan menyusul, menyesuaikan kondisi masing-masing.

Baca Juga: Gotong Royong Masyarakat dan Driver Ojol : Perbaiki Halte Transjakarta Yang Rusak Akibat Demo

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, hadir langsung dalam peluncuran ini. Dalam sambutannya, ia menyebut Pemilos sebagai laboratorium demokrasi mini di lingkungan sekolah. Melalui proses ini, siswa tidak hanya memahami demokrasi dari buku pelajaran, tetapi juga mengalaminya secara nyata.

Mulai dari pendaftaran calon, kampanye, pemungutan suara, hingga penghitungan hasil. “Pemilos mengajarkan siswa tentang hak untuk memilih, sekaligus kewajiban untuk berpartisipasi,” tegas Halim.

Baca Juga: Terdakwa Kasus Kecelakaan Mahasiswa UGM Ingin Minta Maaf Langsung ke Ibu Korban, Sudah Mundur sebagai Mahasiswa UGM

Lebih dari sekadar memilih ketua OSIS, Pemilos menanamkan nilai-nilai penting: kepemimpinan, sportivitas, integritas, dan pengambilan keputusan yang rasional tanpa paksaan. “Di tengah dunia yang semakin kompleks, keterampilan ini menjadi bekal berharga bagi generasi muda,” kata bupati dari PKB itu.

Ketua KPU Bantul Joko Santosa mengungkapkan harapannya agar ke depan Pemilos mendapat dukungan anggaran khusus dari pemerintah daerah. Mengingat dampak positifnya yang besar terhadap pendidikan politik di kalangan pelajar. “Ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tapi proses pembelajaran demokrasi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Baca Juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi WNI, Siap Menjadi Amunisi Baru Timnas Indonesia

Dukungan juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Bantul, Ani Widayani menegaskan komitmennya untuk mendorong agar Pemilos serentak mendapatkan perhatian lebih dalam perencanaan anggaran daerah. “Kami akan perjuangkan agar kegiatan ini mendapat dukungan penuh. Anak-anak kita perlu ruang untuk belajar demokrasi secara sehat,” katanya.

Melalui Pemilos, Bantul tengah merajut masa depan demokrasi Indonesia dari ruang-ruang kelas. Di tangan para siswa itulah, bibit-bibit pemilih cerdas dan pemimpin masa depan sedang tumbuh, satu surat suara, satu pengalaman, satu kesadaran politik yang tertanam sejak dini. (pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#KPU #demokrasi #PKB #pemilos bantul #ketua osis #hak memilih #smp negeri 1 #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih