JOGJA - Dalam rangka meningkatkan profesionalisme serta memperkuat budaya kerja di lingkungan sekolah, SMKN 3 Jogja menggelar workshop Peningkatan Etos Kerja dan Manajemen Arsip Sekolah yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SMKN 3 Jogja Widada mengungkapkan, workshop ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam merespons dinamika dunia pendidikan yang semakin menuntut tata kelola kelembagaan yang adaptif, modern, dan akuntabel.
"Ini penting untuk mendukung transformasi budaya kerja dan peningkatan kapasitas SDM dalam terciptanya layanan pendidikan yang unggul," katanya dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Bima SMKN 3 Jogja, Rabu (18/6/2025).
Workshop ini merupakan bentuk komitmen tersendiri dalam mewujudkan sekolah yang tidak hanya responsif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga berdaya saing tinggi dengan pengelolaan administrasi yang tertib dan profesional.
Dalam kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang yang relevan dan kompeten.
Di antaranya dosen Universitas Amikom Jogjakarta Erik Hadi Saputra, sekaligus motivator yang membawakan materi bertajuk peningkatan etos kerja dan motivasi dalam dunia pendidikan.
"Pentingnya punya semangat kerja dan integritas individu dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif," pesan Erik.
Narasumber lain dari Arsiparis dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY Rusidi, yang memaparkan urgensi manajemen arsip yang tertib, sistematis, dan sesuai dengan standar. Rusidi menekankan, pengelolaan arsip yang baik menjadi indikator penting dalam transparansi serta akuntabilitas tata kelola lembaga pendidikan.
Narasumber ketiga, Wakil Manajer Mutu (WMM) SMKN 3 Jogja Maryono, yang menyampaikan strategi internal sekolah dalam implementasi budaya kerja dan pengelolaan arsip berbasis mutu.
Maryono menekankan pentingnya sinergi antarunit kerja agar nilai-nilai kedisiplinan dan keteraturan dapat benar-benar melekat dalam praktik harian di sekolah.
Selain meningkatkan wawasan dan kemampuan teknis, workshop ini juga mendukung berbagai program pemerintah seperti BerAKHLAK, Jogja Smart School, serta penerapan prinsip 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin).
"Hal-hal tersebut yang selama ini telah menjadi bagian dari kultur kerja di SMKN 3 Jogja," ulasnya.
Maryono berharap seluruh civitas akademika SMKN 3 Jogja dapat semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai pelayan publik di sektor pendidikan.
"Yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etika dan etos kerja yang tinggi," tandasnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita