SLEMAN - Dongeng tidak sekadar cerita pengantar tidur. Dongeng juga menjadi medium efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan membentuk karakter generasi muda. Semangat itu yang diusung ekstrakurikuler Mayoga Book Lovers (MBL) MAN 3 Sleman melalui pelatihan menulis dan mendongeng bertajuk Menanam Kebaikan lewat Cerita.
Kepala MAN 3 Sleman Moh Fadlil Afif menyampaikan, pelatihan ini menyasar siswa-siswi dan masyarakat sekitar untuk mengasah kemampuan naratif serta membangun kreativitas dalam menulis cerita anak berbasis nilai. "Kegiatan ini sangat relevan untuk membekali siswa dengan kemampuan menyampaikan ide dan nilai-nilai luhur secara efektif," katanya Selasa (17/6).
Disebutkan, para peserta dibekali teknik menulis dan membaca dongeng secara ekspresif. Mulai dari pemilihan diksi, penyusunan alur, penggunaan intonasi suara, hingga ekspresi wajah dan gestur tubuh saat mendongeng.
Secara garis besar, Fadil turut mengapresiasi pelatihan ini. "Kemampuan bercerita dan menulis kreatif itu keterampilan penting dalam pengembangan literasi siswa," ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan dari Balai Bahasa DIY Evi Idawati yang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ini menuturkan, medium dongeng bisa menjadi alat yang kuat untuk menyampaikan pesan moral. Ia menguraikan, para siswa juga antusias dan menyambut positif adanya pelatihan itu. "Ketika dikemas dengan narasi yang menarik, pesan itu lebih mudah diterima dan diingat oleh anak-anak," tuturnya.
Penuturan lain datang dari salah satu pustakawan MAN 3 Sleman Mustika. Ia menyebut pelatihan ini mampu mengubah cara pandangnya sebagai peserta terhadap dongeng. "Pembicaranya penyampaiannya seru. Banyak yang awalnya menganggap dongeng hal remeh, jadi mulai tertarik untuk menekuni," ujarnya. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita