KEBUMEN - SMA Negeri 1 Kebumen punya ruang tersendiri bagi sebagian masyarakat Kebumen. Sekolah di pojok utara Alun-alun Pancasila ini dinilai masih menjadi sekolah favorit dan unggulan. Terutama bagi calon murid yang sedang menghadapi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
SPMB tahap awal di SMAN 1 Kebumen terpantau ramai. Sebagian calon murid terlihat datang didampingi orang tua. Mereka tampak antre di posko SPMB untuk mengurus berbagai keperluan administratif. "Sekolahnya bagus. Alumninya hebat-hebat. Lokasinya dekat kota juga," kata seorang calon murid, Zulfikar kepada Radar Jogja, Senin (9/6).
Lulusan salah satu SMP swasta itu mengaku berminat meneruskan pendidikan di SMAN 1 Kebumen karena faktor kualitas. Dia menaruh harapan pada SPMB tahun ini dirinya dapat diterima di sekolah yang selama ini menjadi impian tanpa kendala berarti. "Karena sekolahnya bagus, saingannya pasti ketat. Tetap optimis saja," jelasnya.
Pada SPMB tahun ini SMAN 1 Kebumen terlihat cukup banyak diminati calon murid. Dari data terhimpun rata-rata calon murid yang mendaftar tidak kurang dari 100 orang per hari. Adapun SMAN 1 Kebumen pada SPMB tahun ini menyediakan kuota sebanyak 360 murid untuk 10 rombongan belajar (rombel).
Waka bidang Humas SMAN 1 Kebumen Slamet Pramono menyampaikan, dirinya tak menampik pada momen penerimaan murid baru selalu dipadati calon murid dari jalur prestasi maupun jalur lain. Dia memastikan seluruh tahapan SPMB akan berjalan sesuai regulasi dengan mengacu petunjuk teknis pelaksanaan. "Mulai ramai per 3 Juni. Full terus. Mereka datang pagi ambil antrean. Prinsip kami tetap layanan sampai sore," terangnya.
Slamet memprediksi, jumlah peminat yang mendaftar di SMAN 1 Kebumen mencapai 600 lebih pendaftar. Dia menyebut, saat ini SPMB memasuki tahap verifikasi berkas, aktivasi dan sinkronisasi akun. Adapun pengumuman seleksi dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2025. "Hari-hari ini padat sekali untuk verifikasi. Padahal hal itu bisa dimana saja. Tapi terkadang masih ada asumsi harus datang ke sekolah," ungkap Pramono. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo