Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SDN Gondolayu Kota Jogja Layani Pendaftaran Langsung di SPMB 2025, Komunikasi Dinilai Lebih Intens dan Mendalam

Fahmi Fahriza • Rabu, 4 Juni 2025 | 05:05 WIB

 

 

Orang tua siswa mendaftarkan anaknya di SDN Gondolayu
Orang tua siswa mendaftarkan anaknya di SDN Gondolayu

JOGJA - Dari total 87 SD negeri di Kota Jogja yang ikut dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, ada 37 sekolah yang menggunakan sistem Real Time Online (RTO). Sementara 50 sekolah lainnya menjalankan sistem Non-RTO, termasuk SDN Gondolayu.

Ketua SPMB SDN Gondolayu 2025 Elsa Mardayuvira menyebutkan, seluruh proses pendaftaran di sekolahnya dilakukan secara luring dan berlangsung 3-10 Juni 2025. "Dengan satu hari libur pada saat Idul Adha. Pengumuman hasil seleksi dan proses daftar ulang dijadwalkan 11 Juni," katanya saat ditemui di sekolah Selasa (3/6).

Elsa menyampaikan, tahun ini SDN Gondolayu menerima 28 siswa, sama seperti kuota tahun sebelumnya. "Kami bukan sekolah rombongan belajar (rombel). Jadi kuotanya memang terbatas. Sampai saat ini sudah ada 10 siswa yang mendaftar," ujarnya.

Diakui, pelaksanaan pendaftaran berjalan lancar, didukung sistem pelayanan yang tertata dalam beberapa pos layanan. Mulai informasi, penyerahan formulir, rekap data, hingga pos khusus untuk siswa pindahan dari luar kota dan pos input data.

Semua layanan disiapkan dalam skema one day service. "Kami pastikan orang tua bisa menyelesaikan proses pendaftaran dalam satu hari. Tidak ada kendala berarti sejauh ini," tambahnya.

Untuk promosi, Elsa menyebut pihak sekolah mengandalkan media sosial dan juga pertemuan rutin dengan orang tua lewat parenting group yang digelar setiap dua bulan sekali.  "Forum ini juga kami manfaatkan sebagai sarana sosialisasi dan promosi ke calon orang tua siswa," jelas Elsa.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, mayoritas pendaftar berasal dari kawasan Jogoyudan dan Gondolayu. Sementara dari wilayah Cokrokusuman jumlahnya relatif sedikit. Hal ini disebabkan oleh lokasi SDN Gondolayu yang berdekatan dengan beberapa SD negeri lainnya, sehingga penyebaran calon siswa terbagi. "Sejauh ini ada sekitar 120 siswa kami yang asalnya dari Jogoyudan," ungkapnya.

Secara garis besar meski mendukung modernisasi dalam sistem pendidikan, Elsa berharap ke depan ada penyamaan skema dalam sistem SPMB. Ini agar seluruh sekolah dapat menjalankan sistem yang setara.

"Akan lebih ideal jika semua sekolah pakai sistem online. Dengan begitu tidak ada kesan diskriminasi antarsekolah," ungkapnya.

Namun ia juga menilai sistem offline memberikan ruang komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan pihak sekolah.

"Kalau online, kita hanya terima data dan baru kenal siswa saat daftar ulang. Tapi dengan datang langsung, komunikasi lebih intens, dan orang tua bisa langsung paham alur pendaftaran," kata Elsa.

Sementara itu salah satu orang tua siswa, Lestari mengungkapkan, ia memilih mendaftarkan anaknya di SDN Gondolayu karena beberapa hal. "Saya sudah mengenal lingkungan SDN Gondolayu sejak lama, karena lokasinya cukup dekat dari rumah," papar warga Jogoyudan ini.

Alasan lainnya, cukup banyak tetangganya yang memang bersekolah di SDN Gondolayu. Hal itu menjadi rasionalisasi tersendiri baginya.

"Anak saya sudah saya rencanakan masuk ke sini memang. Datang langsung ke sekolah juga lebih enak, karena bisa tanya-tanya langsung kalau bingung," ujarnya. (iza/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#2025 #pendaftaran #sistem online #orang tua #Kota Jogja #Sistem Penerimaan Murid Baru #RTO #Siswa #rombel #pelayanan #sd negeri #Sekolah #spmb #real time online #SDN Gondolayu #rombongan belajar #One Day Service