Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Usung SMK Berbasis Taruna, 30 Persen Siswa SMKN 3 Jogja Sudah Mantapkan Pilihan Kerja hingga Wirausaha sebelum Lulus

Fahmi Fahriza • Selasa, 6 Mei 2025 | 06:45 WIB

 

FOKUS: Suasana proses belajar mengajar di SMKN 3 Jogja yang berbasis ketarunaan pertama di DIY. 
FOKUS: Suasana proses belajar mengajar di SMKN 3 Jogja yang berbasis ketarunaan pertama di DIY. 

JOGJA - Program ketarunaan bukan sekadar label di SMKN 3 Jogja.

Sekolah ini menjadi pionir penerapan konsep SMK Berbasis Ketarunaan pertama di DIY, yang menyatukan pendidikan vokasi dengan pembentukan karakter disiplin khas taruna.

Kepala SMKN 3 Jogja Widada mengatakan, konsep ketarunaan difokuskan pada peningkatan soft skill hingga hard skill siswa, yang kebutuhannya sudah disesuaikan dengan permintaan industri.

Beberapa hal yang ditekankan dalam konsep ketarunaan tersebut meliputi, kedisplinan, kerja sama tim, inisiatif, hingga keberanian untuk tampil bagi para siswa.

"Hasilnya seluruh siswa kelas XII berhasil lulus tahun ajaran 2024/2025. Capaian kelulusan 100 persen. Sebanyak 627 Siswa dari 8 konsentrasi," katanya, Senin (5/5/2025).

Widada menjelaskan, persentase 100 persen tersebut menjadi bukti nyata komitmen sekolah, dalam menyelenggarakan pendidikan kejuruan yang berkualitas dan berorientasi pada kesiapan kerja dan wirausaha, maupun kelanjutan studi.

Pun dia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa yang telah mendukung proses pembelajaran selama tiga tahun terakhir.

Diakuinya, dalam proses pembelajaran yang dilakukan, para siswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai karakter dan etika kerja yang kuat.

"Apalagi angkatan ini juga merupakan taruna angkatan pertama semenjak kami menjadi SMK berbasis ketarunaan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SMKN 3 Jogja Faiz Mudhokhi menambahkan, keberhasilan lulus 100 persen tersebut juga ditambah dengan keterserapan 30 persen siswa sebelum pengumuman kelulusan.

"Mereka sudah banyak yang bekerja, melanjutkan studi atau wirausaha (BMW)," terangnya.

Faiz merinci bahwa di antara 30 persen siswa tersebut, 10 persen di antaranya sudah bekerja, 11 persen melanjutkan studi, dan 9 persen memilih untuk melakukan wirausaha.

"Sebagai SMK, kami arahkan siswa meraih harapan karirnya. Mereka bisa dengan istilah BMW itu. Sisanya kini masih proses menunggu mendapat karir yang diharap mereka," jelasnya.

Menurutnya, istilah BMW menjadi acuan sekolah dalam memetakan dan mendukung rencana karir para siswa.

Sehingga sekolah dapat mengarahkan siswa sejak kelas X dengan memberikan informasi karir yang diinginkan serta dapat meraihnya setelah lulus SMK nanti.

"Bagi siswa yang bekerja, studi, atau wirausaha semoga mendapat pekerjaan atau perguruan tinggi sesuai konsentrasi keahliannya, dan bisa meningkatkan usaha sesuai passion-nya," harapnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Sekolah Taruna #SMKN 3 Jogja