SLEMAN - Sekolah luar biasa (SLB) IT Alam Asatama, sejak berdiri sudah mengusung konsep pembelajaran berbasis alam bagi para anak berkebutuhan khusus (ABK). Secara garis besar alam pendidikan dibagi menjadi tiga. Yakni alam keluarga, alam sekolah, dan alam masyarakat atau sosial.
"Sejak awal kami usung konsep pembelajaran sekolah alam. Selamanya juga akan seperti itu," kata Kepala SLB IT Alam Asatama Ihsan Marvel Khoirullah pada Radar Jogja, Senin (14/4).
Ihsan sebagai kepala sekolah yang juga pendiri mengungkapkan, dari metode yang dipelajarinya, konsep pembelajaran berbasis alam cukup efektif menstimulus para ABK. Terlebih dalam proses pengembangan potensi, skill, dan karakter
SLB yang berlokasi di Huntap Kuwang, Jaranan, Argomulyo, Cangkringan, Sleman tersebut lebih menekankan pada aspek membangun pengalaman dan pemahaman secara langsung.
"Dengan berinteraksi secara langsung, itu metode yang sejauh ini cukup efektif dilakukan bagi para siswa," tutur Ihsan yang merupakan lulusan prodi Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Yogyakarta itu.
Dalam konteks pembelajaran, Ihsan menuturkan lebih dari 70 persen pembelajaran dilakukan di luar kelas, dengan berbagai program-program reguler.
Ia memaparkan, dengan konsep pendidikan berbasis alam semesta yang menggunakan sumber daya alam di lingkungan sekitar sekolah. Proses belajar pada sekolah alam berlangsung dengan menyenangkan di alam terbuka.
"Prosesnya menyenangkan dan tanpa tekanan, juga jauh dari kebosanan sehingga peserta didik merasa nyaman," bebernya.
Salah satu mahasiswa PLB UNY angkatan 2021 Rayhan Hudatama beranggapan, konsep sekolah alam tersebut sesuai dengan prinsip pembelajaran bagi ABK, yaitu pembelajaran yang fungsional sesuai dengan realita lingkungan sehari-hari.
"Para siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan karena relevan dengan kehidupan sehari-hari," ulasnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo