JOGJA - Sebagai sebuah lembaga pendidikan, SMAN 8 Jogja berkomitmen dan memosisikan diri tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata. Melainkan juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan karakter dan spiritualitas.
Kepala Sekolah SMAN 8 Jogja Fadiyah Suryani menyampaikan, pengembangan karakter ini tidak hanya untuk siswa, melainkan juga ditujukan bagi para guru dan karyawan.
Adapun salah satu upaya yang dilakukan sekolah adalah pengentasan buta aksara Alquran bagi semua kalangan.
"Kami punya program bertajuk Delayota Literasi Membaca Alquran (D-LIMA) bagi seluruh warga sekolah," katanya Kamis (13/2/2025).
Suryani mengungkapkan, dengan adanya program itu, diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan dan menghidupkan semangat pembelajaran Alquran sebagai pedoman hidup.
"Ini pertanggungjawaban sebagai pendidik dalam tugas mengajarkan keilmuan, termasuk amalan bidang keagamaan," serunya.
Diakui, program awal ini dilakukan dengan kajian untuk Alquran, yang selanjutnya akan diikuti untuk program kajian Al Kitab dan agama lain juga.
"D-LIMA ini program keagamaan sebagai bagian dari misi besar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik," tuturnya.
Sementara itu, koordinator program sekaligus ketua takmir Masjid Al Ilmi SMAN 8 Jogja Sugeng Dhani menerangkan, program D-LIMA yang pertama diimplementasikan untuk para guru dan karyawan, baik yang sudah mengenal huruf Alquran maupun yang belum.
"Kami mempelajari cara membaca, memahami Alquran dengan baik dan benar," ujarnya.
Setelahnya, program itu akan diimplementasikan lebih lanjut kepada para siswa. "Para guru akan mengajari siswa soal tajwid, makhraj huruf, serta cara melafalkan huruf-huruf Arab dengan benar," ulasnya.
Dalam pelaksanaan program ini, SMAN 8 Jogja memanfaatkan berbagai metode pembelajaran yang menyenangkan, interaktif dan dinamis yang melibatkan guru-guru yang punya kompetensi dalam membaca Alquran.
"Kami coba kemas dalam suasana akrab, kekeluargaan dan menyenangkan bagi peserta," bebernya.
Sugeng menambahkan, pemanfaatan aplikasi dan media pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu strategi yang efektif, dan akan digunakan sebagai cara pembelajaran yang lebih dinamis.
"Adanya aplikasi Alquran digital itu memudahkan belajar membaca dan memahami, juga mendengarkan hafalan Alquran kapan saja dan di mana saja," lontarnya.
Di samping itu, nantinya juga akan difasilitasi layanan pendampingan secara personal dan intensif, kepada peserta yang memerlukan perhatian khusus dan percepatan belajar.
"Ini memberi kesempatan bagi setiap individu untuk berkembang dengan ritme yang sesuai dengan kemampuannya," tandasnya. (iza/laz)