JOGJA - Ratusan siswa dari kelas 10 dan 11 SMAN 3 Jogjakarta atau Padmanaba, menunjukkan kreativitas dan inovasi mereka dalam gelaran bertajuk Padmanaba Ecopreneur Day.
Kepala Sekolah SMAN 3 Jogja Drs. Suhirno mengungkapkan, gelaran tersebut merupakan puncak dari hasil belajar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menggabungkan semangat kewirausahaan dan gaya hidup berkelanjutan. "Ini kolaborasi siswa kelas 10 yang mengambil tema kewirausahaan, dan kelas 11 dengan tema gaya hidup berkelanjutan," katanya, Kamis (6/2).
Suhirno menyampaikan, lewat kegiatan kewirausahaan yang menampilkan aneka produk olahan makanan, dapat membantu siswa berpikir out of the box. Juga menciptakan solusi baru dalam bisnis.
Siswa juga diharapkan siap menghadapi tantangan bisnis, komunikasi dengan pelanggan, kerjasama di dalam kelompok, bertangguing jawab atas hasil keputusan bersama. "Ini juga mendorong siswa jujur serta proaktif mencari solusi efektif dan strategis," ungkapnya.
Sedangkan, melalui kegiatan gaya hidup berkelanjutan siswa diajak untuk memanfaatkan barang bekas yang ada di lingkungan sekolah, untuk membuat karya seni atau produk berguna. Suhirno berpandangan, hal tersebut dapat membantu siswa untuk berpikir kreatif dalam mengatasi masalah limbah.
Dia percaya, dengan menjalankan gaya hidup berkelanjutan, siswa tidak hanya belajar menjaga lingkungan, tapi juga membentuk karakter positif yang akan bermanfaat dalam kehidupan mereka. "Dengan kegiatan praktik kewirausahaan dan gaya hidup berkelanjutan, ini mendukung pengembangan karakter siswa sesuai dengan kebutuhan abad 21," paparnya.
Sementara itu, salah satu siswa Muhammad Zarif Falah mengungkapkan, dengan adanya P5 membuatnya banyak mendapat hal-hal baru. Termasuk kerjasama tim, tanggungjawab, hingga memunculkan ide kreatif sekaligus kritis. "Sejauh ini saya sudah mengikuti 5 kali gelaran P5, banyak sekali hal positif yang saya dapat," tutur siswa kelas 11 ini.
Baca Juga: Memudahkan UMKM dalam Pengiriman COD, POS Indonesia Bermitra dengan KiriminAja
Secara pribadi Zarif menilai, tema yang selalu berubah di tiap gelaran P5 juga akhirnya menstimulus para siswa untuk eksplorasi, dan belajar hal-hal baru. "Temanya selalu ganti. Itu hal positif, karena kita bisa belajar banyak, dan mengenali hal baru yang belum dicoba," ulasnya.
Apresiasi juga ditunjukkan orangtua siswa yang juga turut diundang ke sekolah, Tina Handayani salah satu orangtua siswa mengapresiasi ide-ide kreatif yang ditunjukkan di tiap stan atau tenant. "Tadi saya tanya ada 42 stan yang menyajikan beragam kuliner. Mulai dari hidangan tradisional, hingga makanan modern," paparnya. (iza/pra)