JOGJA – SMKN 3 Jogjakarta terus berupaya mengoptimalkan dan memfasilitasi minat serta bakat beragam yang dimiliki para siswanya.
Salah satu langkah inovatif yang kini tengah digagas adalah pembentukan korporasi sekolah yang sepenuhnya akan dijalankan oleh siswa.
Kepala SMKN 3 Jogja Widada mengatakan, lulusan sekolah ini memiliki tiga pilihan utama setelah lulus, yaitu bekerja, melanjutkan pendidikan, dan wirausaha (BMW).
“Berdasarkan tracking lulusan tahun 2023, sebanyak 90 persen memilih bekerja, 6 persen berwirausaha, dan sisanya melanjutkan pendidikan,” katanya, Rabu (5/2/2025).
Meski mayoritas lulusan memilih bekerja, pihak sekolah tetap memberikan dukungan bagi siswa yang ingin berwirausaha atau melanjutkan pendidikan meski memiliki persentase kecil.
Salah satu wujud nyata dukungan tersebut adalah pendirian korporasi sekolah yang melibatkan siswa sesuai dengan minat dan bakat mereka.
"Kami petakan siswa sesuai minat dan bakat, seperti kemampuan manajerial dan keuangan, marketing, teknis, hingga mengerjakan produk dan jasa," ujarnya.
Dengan demikian, para siswa diharapkan semakin yakin dan memiliki gambaran untuk melanjutkan karir atau menentukan pilihan mereka setelah lulus sekolah.
Menurutnya, korporasi yang dirancang secara profesional ini dengan bentuk badan usaha seperti CV atau PT, ada struktur organisasi yang jelas.
“Ada jasa dan produk yang ditawarkan ke masyarakat atau industri, lewat stakeholder atau kolaborator kami," jelasnya.
Dalam praktiknya, salah satu program yang sudah dilakukan adalah melalui program ketarunaan.
Di sini, karakter siswa dibentuk dalam program taruna tersebut. Sejak kelas X, siswa mulai dipetakan berdasarkan minat mereka agar lebih siap menentukan langkah setelah lulus.
Dengan cara tersebut, Widada berharap bahwa semua keinginan atau kebutuhan siswa bisa terfasilitasi secara ideal.
"Kami ingin selaraskan semua minat dan bakat siswa. Kalau bekerja akan kami dukung, dan upayakan linear dengan bidang keahlian mereka," sambungnya.
Bagi siswa yang tertarik berwirausaha, sekolah juga memberikan dukungan berupa program peningkatan keterampilan, jaringan pemasaran, hingga kolaborasi dengan stakeholder agar mereka bisa berkembang.
Salah satu siswa SMKN 3 Jogja Ahmad Muzaki mengungkapkan, masih mempertimbangkan antara melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja setelah lulus.
Siswa jurusan Produksi dan Siaran Program Televisi ini merasa dua opsi tersebut sama-sama menjanjikan.
"Sudah ada cukup basic kalau mau bekerja, tapi di sisi lain juga mau mendalami ilmunya lebih lanjut di perguruan tinggi," tuturnya.
Sejauh ini, ia menilai bahwa program-program yang ada di sekolah sudah cukup ideal dan berimbang untuk memfasilitasi kebutuhannya. Namun, ia belum benar-benar bisa memastikan soal pilihannya ke depan.
"Masih menimbang-nimbang dua kemungkinan itu, tapi sepertinya lebih condong bekerja setelah lulus," tambahnya. (iza/wia)