Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puluhan Guru Jenjang SD-SMA Resmi Dilantik Jadi Pengurus PGRI Kota Jogja, Siap Hadapi Ragam Tantangan Baru di Dunia Pendidikan

Fahmi Fahriza • Sabtu, 25 Januari 2025 | 06:00 WIB

 

Sesi pelantikan pengurus PGRI Kota Jogja periode 2024-2029
Sesi pelantikan pengurus PGRI Kota Jogja periode 2024-2029

JOGJA - Tantangan dan dinamika yang terjadi di dunia pendidikan, disadari betul oleh para guru. Sebab tugas mereka tidak saja sekadar mengajar. Namun juga harus adaptif dengan berbagai perubahan dan kemajuan yang ada.

Ketua Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Jogja Budi Santosa Asrori menyampaikan, percepatan teknologi jadi salah satu dinamika yang harus benar-benar dipahami oleh guru.

 Baca Juga: Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk, Pemkot Jogja Genjot Kepesertaan KB bagi Pasangan Usia Subur

"Untungnya kita juga sudah memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran di semua jenjang," katanya dalam sesi pelantikan pengurus PGRI Kota Jogja periode 2024-2029 yang berlangsung di Dikpora Jogja, Jumat (24/1/2025).

Budi yang ikut resmi dilantik mengungkapkan, PGRI merupakan organisasi paling besar dan lengkap secara nasional. "Kita harus optimis dan memajukan pendidikan bersama," serunya.

Budi menekankan, selain tanggung jawab mengajar kepada siswa. Guru juga harus menjaga marwah pada entitas yang melekat, sebagai pendidik, mesti memberi contoh yang baik dan positif.

 Baca Juga: Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk, Pemkot Jogja Genjot Kepesertaan KB bagi Pasangan Usia Subur

"Kita juga harus menjaga marwah Kota Jogja sebagai kota pendidikan yang berkualitas," pesannya.

"Lalu, guru juga harus menguasai materi pembelajaran, adaptif, dan jadi contoh bagi anak-anak," imbuhnya.

Sementara itu, ketua PGRI DIY Didik Wardaya juga berpesan, bahwa ada banyak tugas-tugas yang menanti dalam kepengurusan PGRI ke depan.

 Baca Juga: Kasus PMK Naik, Pasar Hewan Terpadu Pengasih Kulon Progo Ditutup Total Dua Minggu, Pedagang Tak Masalah

Didik mengharapkan, bahwa di tengah kebebasan para guru untuk bergabung atau membentuk organisasi apapun, penting untuk tetap menjaga solidaritas dan profesionalisme secara kolektif.

 

"Sekarang guru bebas gabung di berbagi organisasi, tapi harapannya PGRI bisa jadi payung yang bisa melingkupi seluruh guru," bebernya.

Dengan payung besar PGRI, harapannya itu bisa mendorong guru di DIY secara umum untuk meningkatkan profesionalitas, produktivitas, dan kemampuan dalam proses belajar mengajar.

 Baca Juga: Optimalkan Layanan, RSUD Wonosari Punya Gedung Baru Laboratorium, Dapat 25 Alat Baru

Secara garis besar, Didik menilai bahwa kinerja dan kompetensi para guru di DIY sudah baik dan mumpuni. Menurutnya, hal tersebut perlu dipertahankan, bahkan terus ditingkatkan.

"Salah satu variabel utama peningkatan pendidikan itu proses belajar mengajar, guru berperan signifikan soal itu," tandasnya. (iza)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pendidik #teknologi #Guru #Pendidikan #tantangan #Dinamika #pembelajaran #dunia pendidikan #Persatuan Guru Republik Indonesia #Budi Santosa Asrori #kota pendidikan #pgri