KULON PROGO – Sebagai bagian dari inovasi pembelajaran berbasis pengalaman, MTsN 6 Kulon Progo mengadakan kegiatan Outing Class. Siswa diberikan wawasan praktis tentang kerajinan lokal, sejarah perak, dan teknologi penerbangan, mengintegrasikan pembelajaran formal dengan pengalaman nyata.
Kepala Sekolah MTsN 6 Kulon Progo, Riza Faozi, S mengatakan peserta kelas VII beserta guru pendamping mengunjungi tiga lokasi bersejarah dan edukatif. Mulai dari sentra kerajinan Kasongan di Bantul, Museum Kotagede, hingga Museum Dirgantara Yogyakarta.
"Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang aplikatif, tidak hanya teoritis," kata Riza pada Kamis (23/1/2025).
Outing class berlangsung awal pekan kemarin, para siswa diharapkan dapat memahami kearifan lokal dan mendapatkan wawasan tentang sejarah serta teknologi penerbangan Indonesia,.
Kegiatan pertama dimulai dengan mengunjungi Kasongan, daerah yang terkenal dengan kerajinan gerabah. Siswa tidak hanya melihat proses pembuatan gerabah, tetapi juga diajak mencoba membuat dan mengecat gerabah dengan bimbingan langsung dari perajin lokal.
Salah satu siswa, Zharifah dari kelas VII C mengaku senang bisa belajar di luar kelas. Ketika di Kasongan dirinya sempat membuat kerajinan gerabah.
"Saya jadi tahu bagaimana prosesnya dan betapa sulitnya menghasilkan kerajinan yang indah," kata Zharifah.
Kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan ke Museum Kotagede, tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam perkembangan kerajinan perak di Yogyakarta. Di museum ini, siswa mempelajari sejarah kerajinan perak dan melihat berbagai koleksi perhiasan serta karya seni berbahan perak.
Baca Juga: Para Saksi Akan Dipanggil Ulang, Kejari Sleman Targetkan Kasus Dana Hibah Tuntas Tahun Ini
Perjalanan berakhir di Museum Dirgantara, yang memperkenalkan sejarah perkembangan penerbangan Indonesia. Siswa sangat antusias saat melihat koleksi pesawat dan diorama sejarah penerbangan.
Terpisah, guru pendamping Ani Romahoni menyebut, Outing Class memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara langsung di lapangan dan meningkatkan minat belajar.
"Melalui pengalaman langsung, mereka dapat lebih mudah mengerti dan mengaplikasikan pengetahuan yang didapat," kata Ani. (gun)
Editor : Sevtia Eka Novarita