Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Adaptif pada Teknologi, Guru Man 1 Jogja Intens Dalami AI Sebagai Penunjang Pembelajaran

Fahmi Fahriza • Senin, 23 Desember 2024 | 03:46 WIB

 

 

FOKUS: Para guru MAN 1 Jogjakarta saat mengikuti workshop penggunaan Artificial Intelligence (AI)
FOKUS: Para guru MAN 1 Jogjakarta saat mengikuti workshop penggunaan Artificial Intelligence (AI)

JOGJA - Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan, jadi hal yang disadari oleh MAN 1 Jogja. Dalam upaya meningkatkan pemahaman seputar AI bagi para guru, sekolah secara intens memberi pelatihan. Terkait konsep, penggunaan, hingga implementasi AI dalam kegiatan belajar mengajar.

"Ini dimaksudkan untuk membekali guru dan tendik MAN 1 Jogja untuk meningkatkan kompetensinya dalam proses pembelajaran menggunakan AI," kata Waka Urusan Kurikulum MAN 1 Jogja Taufik Zamhari, Minggu (22/12/2024).

 Baca Juga: Jelang Perayaan Natal, Tujuh Organisasi Pemuda Lintas Agama Bertemu dan Sampaikan Pesan Perdamaian

Taufik menyampaikan, bahwa secara garis besar AI ini penting untuk bisa dipahami oleh guru dan tendik. Sebagai guru di masa kini, menurutnya harus lebih bisa mengimbangi kemampuan siswa dalam keseharian mereka.

"Bagaimanapun juga, guru penting untuk melek teknologi," sebutnya. 

Dalam prosesnya, MAN 1 Jogja secara langsung menggandeng praktisi maupun akademisi yang mendalami bidang teknologi. Salah satunya adalah Dr Sabar Nur Rohman, dosen dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang juga punya kemampuan dan keterampilan di bidang teknologi digital.

 Baca Juga: PSS Sleman Berharap Hokky Caraka Tidak Mengalami Cedera Yang Serius, Disikut Pemain Filipina Pipi Harus Dijahit

"Saya sampaikan materi soal inovasi perangkat ajar dalam Kurikulum Merdeka berbasis AI," urainya.

 

Ia berpesan, penting bagi guru untuk mulai memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran di kelas. Termasuk, guru diminta dapat mengoptimalkan AI agar dapat membuat siswa menjadi lebih pintar dan kreatif.

 

"Kita tidak dapat melawan kemajuan teknologi, yang bisa kita lakukan adalah memegang teknologi ini sebagai sebuah alat atau senjata," pesannya.

 

Diakuinya, peran guru tidak saja sebagai edukator semata, namun juga sebagai pihak yang melakukan monitor. Ia menyadari betul, jika siswa tidak diarahkan secara optimal, ada kemungkinan akan menggunakan AI untuk hal-hal yang tidak seharusnya.

 

"Setiap pertanyaan yang kita berikan ke siswa, itu bisa dijawab melalui pencarian di Chat GPT atau yang lainnya," ujarnya mengingatkan.

"Jadi harus diedukasi dan diawasi, agar AI atau Chat GPT itu bisa dimanfaatkan siswa sebagaimana mestinya," sambungnya.

 Baca Juga: Dispar Gunungkidul Imbau Wisatawan Tidak Diviralkan di Medsos, Laporkan Saja jika Ada Praktik Nuthuk

Ia mencontohkan, dalam proses pembelajaran, AI dapat digunakan dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. AI fungsinya hanya sebagai co pilot, pilotnya adalah diri sendiri.

"Pemanfaatan AI dalam pembelajaran bisa mulai dari Chat GPT dalam membuat modul ajar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sabar menekankan, bahwa tanggung jawab mengajar bukan sekadar transfer of knowledge semata. Namun juga sebagai pendidik dalam iman, takwa, hingga akhlak mulia. (iza)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#universitas negeri yogyakarta #BIdang Teknologi #Konsep #pelatihan #praktisi #Guru #kegiatan belajar mengajar #kurikulum merdeka #dosen #ai #MAN 1 Jogja #IMP #penggunaan #UNY #kemampuan #pembelajaran #pemanfaatan #keterampilan #tendik #Artificial Intelligence (AI)