SLEMAN - Setelah sempat tak lagi menjadi kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) wajib, pramuka kini kembali dihidupkan di sekolah. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai manfaat. Seperti pengembangan kepemimpinan, kemandirian, dan rasa cinta terhadap alam.
Kepala Sekolah SMPN 3 Depok Darto mengatakan, ekskul pramuka dimulai pada semester gasal Tahun Ajaran 2024/2025 dan wajib bagi kelas VII dan VIII. Kegiatan yang melibatkan keterampilan praktis, kepemimpinan, serta kegiatan luar ruangan diharapkan dapat membentuk generasi muda berkualitas.
"Di SMPN 3 Depok, kegiatan pramuka sudah diterapkan kembali dengan berbagai program menarik dan relevan, seperti pelatihan dan kegiatan sosial melibatkan siswa dalam membangun rasa kebersamaan," kata Darto pada Senin (9/12/2024).
Dengan penghidupan kembali program ini, diharapkan pramuka bisa memainkan peran pentingnya. Membentuk siswa yang tidak hanya cerdas, namun juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan memiliki jiwa sosial tinggi.
"Pada 5-7 Desember kami mengadakan kemah Perkajusa Ceria (Perkemahan Kamis-Jumat Sabtu Cerdas Religius Antusias)," ujarnya.
Dengan adanya kebijakan tersebut, diharapkan pramuka dapat kembali menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter siswa. Membentuk pribadi-pribadi muda yang tidak hanya cerdas. Tetapi juga berbudi pekerti luhur dan siap untuk berkontribusi positif di masyarakat.
Sebelumnya, sebanyak 1.008 siswa kelas 6 SD mengikuti Jambore Penggalang ke-106 Yayasan Kanisius di Bumi Perkemahan Prambanan. Mengusung tema 'Penggalang Kanisius Tak Gentar,' tujuannya membentuk generasi tangguh dan berkarakter.
"Jambore juga diharapkan mempererat persaudaraan semangat kebersamaan," kata Kepala Yayasan Kanisius Cabang Jogja Nur Sukapti. (gun)
Editor : Sevtia Eka Novarita