SLEMAN - Pengenalan sekaligus pelestarian budaya lokal kepada generasi muda, jadi hal yang sangat penting saat ini. Hal tersebut, secara konsisten juga terus diupayakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sleman. Sekolah dengan julukan Mayoga ini, punya ekstrakurikuler (ekskul) berbasis budaya lokal, yakni karawitan.
Guru Bahasa Jawa MAN 3 Sleman Gayatri mengatakan, lewat ekskul ini, siswa dilatih untuk menabuh gamelan dengan beberapa gendhing sederhana. Seperti Lancaran Gugur Gunung dan Lancaran Kebo Giro.
"Gendhing-gendhing tersebut diiringi dengan kendhang, bonang barung, bonang penerus, slenthem, demung, saron, peking, kethuk, kenong, kempul, dan gong," katanya, Selasa (12/11/2024).
Gayatri mengungkapkan, pada semester ini, karawitan MAN 3 Sleman diikuti sekitar 20 siswa. Terdiri dari siswa kelas 10 dan 11. "Kami latihan rutin setiap hari Selasa pukul 15.30 sampai 17.00 WIB di ruang AVA," ungkapnya.
"Ruang AVA dilengkapi dengan sound system interaktif yang membuat alunan gamelan makin nyaring dan nyaman didengar," tambahnya.
Lebih lanjut, Gayatri menuturkan, karawitan MAN 3 juga mengembangkan ragam inovasi dan kemampuan baru. Utamanya di beberapa garapan gendhing yang lebih kompleks.
Dia mencontohkan, karawitan Mayoga membawakan Ladrang Nuswantara Pelog Pathet Nem dan Lancaran Eling-Eling Banyumasan Laras Slendro Pathet Manyura. Saat mengikuti lomba Festival Gamelan Banyumasan yang diselenggarakan oleh Universitas Jendral Soedirman.
"Mayoga juga banyak berpartisipasi dalam lomba karawitan, salah satunya Olimpiade Parawisata #13 Universitas Gadjah Mada dengan membawakan Lelagon Gethuk Laras Slendro Pathet 9," lontarnya.
Secara pribadi, Gayatri sangat mengapresiasi antusiasme yang ditunjukkan para siswanya untuk belajar karawitan. Dari pantauannya, para siswa sangat menikmati dan terampil saat menabuh gamelan.
"Para siswa menikmati menabuh gamelan, selain sebagai sarana melestarikan budaya Jawa, juga dapat digunakan sebagai sarana refreshing setelah seharian belajar di kelas," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita