JOGJA - Sebanyak 1.200 siswi Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Jogja mengikuti simulasi mitigasi bencana gempa bumi, Kamis (7/11). Kegiatan ini dalam rangka membekali siswi dengan keterampilan penanggulangan bencana, agar siap tanggap menghadapi situasi darurat.
Mitigasi bencana gempa bumi dengan tema 'Perempuan Tangguh Tanggap Bencana' digelar serentak di 17 asrama. Direktur Madrasah Muallimaat Unik Rasyidah mengatakan, kegiatan simulasi juga melibatkan relawan dari Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY."Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman siswi tentang penanggulangan bencana," kata Unik.
Bencana gempa bumi yang rawan terjadi di wilayah Jogjakarta menjadi latar belakang pentingnya kegiatan tersebut. Terlebih lagi bencana tidak bisa diprediksi, sehingga harus selalu siap dan mengantisipasinya.
Dalam kesempatan simulasi, para siswi dibekali pengetahuan tentang cara bertindak saat gempa. Termasuk evakuasi korban, pertolongan pertama, dan pengaturan evakuasi ke tempat aman. Simulasi dimulai dengan tanda bahaya gempa, di mana para siswi harus segera berlarian keluar asrama sambil melindungi diri, menggunakan bantal untuk menutupi kepala.
Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok mengevakuasi korban dan menyiapkan pertolongan pertama. Beberapa ambulans turut dilibatkan membawa korban yang terluka serius ke rumah sakit.
Salah satu perwakilan MDMC PWM DIY Anang Masduki menegaskan pentingnya simulasi gempa bumi sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan mental dan fisik. Siswi diharapkan tidak hanya memahami teori mitigasi bencana. “Tetapi juga tahu langkah-langkah yang harus dilakukan dalam situasi darurat,” kata Anang.(gun/din)
Foto mas Guntur
Editor : Din Miftahudin