JOGJA - Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah wilayah Jogjakarta sudah beralih ke digital. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah.
Kepala Sekolah SMAN 11 Jogja Suhirno mengatakan, gaya belajar siswa saat ini cenderung audiovisual. Implementasi teknologi di kelas diharapkan mampu meningkatkan kesuksesan belajar. "Lebih dari 60 persen proses pembelajaran saat ini telah beralih ke digital," kata Suhirno Minggu (3/11/2024).
Dikatakan, keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara gaya belajar siswa dan metode yang digunakan oleh guru. "Kami berupaya terus mengembangkan variasi metode berbasis IT (ilmu teknologi)," ujarnya.
Sekolah-sekolah juga mulai menerapkan tes psikologi untuk memahami gaya belajar siswa. Hasil dari tes menjadi dasar penyusunan metode pembelajaran efektif. "Selain itu, aplikasi seperti Canva telah terbukti membantu guru dalam membuat media pembelajaran menarik dan interaktif," terangnya.
Baca Juga: Napoli 0-3 Atalanta, Ademola Lookman Tampil Gemilang Jebol Gawang Partenopei Dua Kali
Penjabat sementara (Pjs) Kepala Sekolah SMAN 3 Jogja tersebut melanjutkan, salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah sistem laporan online. Memungkinkan orang tua memantau perkembangan akademis anak secara real-time. "Dengan sistem ini, orang tua dapat lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak," jelasnya.
Namun, tantangan terbesarnya adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM). Masih terdapat variasi dalam kemampuan guru beradaptasi dengan teknologi. "Terutama di kalangan guru yang lebih senior," ucapnya.
Baca Juga: Berhasil Melaju ke Babak Playoffs, SMA Bosa Masih Banyak Evaluasi demi Kejar Target Selanjutnya
Karena itu, pemerintah melalui Disdikpora dan Tekomdik terus memberikan dukungan berupa pelatihan dan pengembangan teknologi berbasis digital. "Di samping itu, inklusi pendidikan juga menjadi fokus penting," ungkapnya.
Sekolah telah menyediakan pelatihan khusus bagi guru pendamping siswa berkebutuhan khusus. Memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan akses pendidikan yang setara. "Digitalisasi bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga merupakan fondasi mewujudkan lingkungan belajar lebih inklusif dan responsif," bebernya.
Terutama terhadap kebutuhan siswa di era modern. Dengan terus berinovasi, diharapkan dunia pendidikan dapat mencapai kualitas lebih baik dan relevan dengan perkembangan zaman. (gun/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita