JOGJA – Rumah mantan calon Presiden RI Ganjar Pranowo di Ngemplak, Sleman ramai dengan keriuhan suara anak-anak, Kamis (17/10). Karena sebanyak 56 siswa-siswi kelas 2A dan 2B dari SDN 3 Sedayu, antusias mengikuti rangkaian pembelajaran luar kelas. Ragam agenda tersebut termasuk dalam program berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
"Tadi pagi ke rumah Pak Ganjar dan siswa antusias sekali, beliau memberi pesan agar siswa terus semangat belajar dan menerapkan keteladanan," ungkap perwakilan orangtua siswa sekaligus ketua paguyuban kelas 2B Ns.Shinta Dwi Oktarina.
Shinta merinci beberapa kegiatan yang dilakukan siswa meliputi, kunjungan dan ramah tamah ke kediaman Ganjar Pranowo. Kemudian belajar membuat batik jumputan di Endhut Batik, dan dilanjutkan dengan nonton bersama film berjudul ‘Buku Harianku’ di CGV Transmart Maguwo. "Secara garis besar, rangkaian acara ini adalah belajar sambil bermain. Karena menyesuaikan usia mereka juga," imbuhnya.
Ia menyebut, beberapa indikator pembelajaran yang dicanangkan meliputi kerjasama, kesabaran, ketelitian, hingga membiasakan para siswa untuk melakukan interaksi sosial. "Ada interaksi dan tanya jawab, dengan Pak Ganjar, dengan mentor batik di sini, sampai nanti diskusi setelah menonton film," terangnya.
Menurut dia, secara aktif pihak paguyuban berkolaborasi dengan para guru untuk menjalankan program tersebut. "Diharapkan ini semua jadi pembelajaran karakter, moral yang penting bagi para siswa," tuturnya.
Sementara itu, owner Endhut Batik Endang Apriyanto mengaku senang didatangi para siswa tersebut. Endang mengaku bahwa pihaknya memang cukup sering untuk memberi workshop membatik, termasuk membatik jenis shibori atau jumputan. "Shibori ini tekniknya diikat dengan karet, ini dirasa tepat guna dan tidak terlalu susah untuk siswa-siswi kelas 2," ungkapnya.
Dari sisi edukasi, Endang berkeyakinan membatik jumputan tersebut akan merangsang siswa untuk berpikir dan berlaku kreatif. Seperti, kreatifitas dalam membentuk pola, hingga pemilihan warna yang dipakai.
Batik jumputan ini, kata dia, tidak ada yang salah atau benar, semua murni didasari oleh kreatifitas dan inovasi. "Ini medianya di kaos, dan nanti akan mereka pakai juga. Jadi semacam kebanggaan karena itu karya mereka sendiri," tandasnya (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo