JOGJA - Ragam baju adat dari berbagai daerah di Indonesia tampak dikenakan oleh siswa-siswi SMPN 1 Jogja. Bukan tanpa sebab, mereka menggunakan baju adat dalam rangka pawai budaya sebagai selebrasi hari ulang tahun ke-82 SMPN 1 Jogja.
"Ada 760 siswa dari 24 kelas, semuanya pakai baju adat dengan sistem undian," kata Kepala Sekolah SMPN 1 Jogja Yosepha Niken Sasanti pada Radar Jogja Rabu (11/9/2024).
"Baju adatnya antara lain dari Betawi, Jogja, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua," sambungnya.
Niken berujar, pawai tersebut jadi salah satu agenda rutin setiap tahun, dengan rute yang bervariasi. Untuk tahun ini, rutenya berawal dari sekolah yang berada di Jalan Cik Di Tiro, Terban, bundaran UGM, Jalan C Simanjuntak, hingga Jalan Sudirman. "Antusiasnya tinggi sekali, tidak hanya dari siswa, tapi juga banyak orang tua siswa hingga alumni yang ikut," bebernya.
Disebutkan, pawai budaya SMPN 1 tidak saja diniatkan untuk selebrasi semata. Namun, juga ada muatan edukasi yang ditanamkan pada siswa, salah satunya adalah pengenalan dan implementasi keragaman budaya lokal.
"Ini jadi ajang bagi siswa untuk mengulik lebih lanjut soal budaya lokal, salah satunya baju adat ini," ungkapnya.
Selain itu, para siswa juga aktif berinovasi. Seperti membuat ondel-ondel untuk ornamen tambahan pawai.
Secara pribadi, Niken sangat bangga dengan pencapaian para siswanya, apalagi, yang cukup mengagetkan nya adalah, cukup banyak orangtua yang hadir dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
"Cukup banyak orangtua siswa yang hadir, ini hal positif, karena mereka jadi terlibat dengan pencapaian anak-anaknya lewat diskusi," ujarnya.
Salah satu orang tua siswa Tika Astuti mengaku, sudah jauh-jauh hari meluangkan waktu untuk datang dalam pawai yang diikuti sang anak. "Kebetulan anak saya baru masuk kelas 7. Dia minta saya hadir, dan sebagai orang tua saya juga mau lihat anak saya," ucapnya.
Tika menyampaikan, dari pihak sekolah sendiri juga sangat terbuka menerima kehadiran para orang tua. Menurutnya, hal tersebut sangat positif, sebab komunikasi antara sekolah dan orang tua harusnya rutin dilakukan dalam berbagai hal. "Sekolah sangat terbuka, kami sebagai orangtua juga senang karena dilibatkan dan tahu banyak soal kegiatan anak," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita